Bantai DKI Jakarta, Sulsel Segel Juara Umum Kejurnas Karate Gojukai Piala Jaksa Agung 2026

Kontingen Pengurus Daerah (Pengda) Karate-Do Gojukai Indonesia Sulsel yang disambut Sekprov Sulsel, Jufri Rahman.(Foto:ist)

INFOKINI.ID, MAKASSAR– Kontingen Karate-Do Gojukai Indonesia Sulawesi Selatan tampil dominan dan sukses mengunci gelar juara umum dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate-Do Gojukai Indonesia Piala Jaksa Agung RI ke-III Tahun 2026. Berlangsung di GOR Ciracas, Jakarta Timur, pada 25-27 Agustus 2026, Sulsel melibas 32 kontingen Pengurus Daerah (Pengda) lain dari seluruh Indonesia.

Tim Sulsel yang menurunkan kekuatan penuh sebanyak 101 atlet tampil sangat perkasa sejak hari pertama pertandingan. Dominasi anak-anak Makassar dan sekitarnya tak mampu dibendung oleh rival terberat mereka, DKI Jakarta. Kontingen berhasil panen 114 medali dan mengungguli tuan rumah, DKI  Jakarta.

PDAM

Berikut klasemen akhir perolehan medali tiga besar Kejurnas Gojukai 2026:

  • Sulawesi Selatan (Juara Umum): 44 Emas, 30 Perak, 40 Perunggu (Total: 114 Medali)

  • DKI Jakarta (Peringkat 2): 12 Emas, 16 Perak, 40 Perunggu

  • Sumatera Selatan (Peringkat 3): 11 Emas, 9 Perak, 14 Perunggu

Perbedaan perolehan medali emas yang sangat mencolok, selisih 32 emas dari DKI Jakarta menjadi penegasan dominasi mutlak kontingen Sulsel di kejuaraan tingkat nasional ini.

Prestasi besar ini tak diraih secara instan. Pelatih kontingen Sulsel, Prof Dr Musakkir, membeberkan rahasia di balik kedisiplinan dan ketangguhan para atletnya di atas matras. Program pemusatan latihan telah digenjot jauh sebelum kompetisi dimulai.

“Hasil ini tidak membohongi usaha. Kami sudah mempersiapkan atlet sebelum bulan puasa dengan latihan setiap hari. Menjelang Kejurnas, intensitas latihan ditingkatkan menjadi pagi dan sore,” ungkap Musakkir.

Konsistensi tersebut terbukti berbuah manis sejak laga pembuka. Pada hari pertama pertandingan, tim Sulsel langsung tancap gas mengamankan 23 medali emas, sebelum akhirnya mengunci total 44 medali emas di hari kedua hingga babak final selesai.

Keberhasilan ini menjadi catatan sejarah penting bagi pembinaan cabang olahraga beladiri di Sulawesi Selatan sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan atlet daerah mampu mengungguli dominasi kontingen ibu kota.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *