INFOKINI.ID, JAKARTA– Tantangan era digital menuntut profesi teknisi ponsel di Indonesia tidak lagi sekadar paham urusan perbaikan dasar (service biasa). Seiring dengan makin majunya teknologi perangkat seluler, para teknisi kini dituntut menguasai keterampilan khusus yang presisi, spesifik, dan terukur.
Pesan tersebut ditegaskan oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor dalam gelaran Circuit Global Championship (CGC) Indonesia 2026: Mobile Phone Repair Exhibition & Competition yang diinisiasi oleh Asosiasi Teknisi Ponsel Indonesia (TESPOIN) di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
Afriansyah menyebutkan bahwa spektrum pekerjaan teknisi ponsel saat ini telah meluas. Keahlian tingkat tinggi seperti micro-soldering, kecakapan motorik presisi, hingga kemampuan memecahkan masalah (problem solving) dan kedisiplinan kini menjadi syarat mutlak untuk menembus standar industri.
“Standar kompetensi teknisi ponsel perlu terus dikembangkan. Perubahan tersebut dapat dilihat dari pergeseran kebutuhan keterampilan, yang sebelumnya lebih berfokus pada perbaikan dasar menjadi kemampuan teknis yang lebih spesifik, presisi, dan terukur,” ujar Afriansyah.
Mendorong Sertifikasi dan Pelatihan Sepanjang Hayat
Menurut Wamenaker, peningkatan kompetensi teknisi wajib berjalan beriringan dengan pengakuan negara melalui sertifikasi resmi. Langkah ini krusial agar standar teknisi di Indonesia diakui secara nasional maupun internasional sekaligus memberi jaminan mutu bagi masyarakat luas.
Untuk mewujudkannya, pemerintah hadir lewat regulasi dan fasilitas pelatihan vokasi, sementara pihak industri bertindak sebagai penyerap tenaga kerja yang merumuskan standar kebutuhan di lapangan.
Ia menambahkan bahwa proses mengasah keahlian tidak boleh berhenti di bangku pelatihan saja, melainkan harus dilakukan secara berkelanjutan (lifelong learning).
“Siklus tersebut dapat dimulai melalui kompetisi untuk mengevaluasi kekurangan, lalu dilanjutkan dengan peningkatan kompetensi demi menghasilkan keterampilan yang lebih presisi dan tersertifikasi,” imbuhnya.
Kolaborasi Lintas Kementerian Perkuat Ekosistem
Ajang kejuaraan dan pameran teknisi ponsel skala internasional ini turut dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Kepala Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Syamsi Hari, Ketua Dewan Pembina TESPOIN Indonesia Didi Rosadi, serta Ketua Umum TESPOIN Indonesia Doli Halomoan Harahap.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengapresiasi tinggi sinergi antara Kemnaker, Kemenekraf/Bekraf, BNSP, dan TESPOIN. Menurutnya, pertumbuhan pesat industri ponsel harus diimbangi dengan standarisasi profesi para teknisinya.
“Dengan adanya teknisi telepon seluler yang bersertifikasi, ini menjadi peluang yang sangat baik. Saya berharap ekosistem teknisi telepon seluler di tanah air dapat terus berkembang pesat,” tutur Teuku Riefky.(*)
















