INFOKINI.ID, JAKARTA– Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengambil langkah progresif untuk mengamankan ketersediaan, keamanan, dan mutu pasokan ikan nasional. Komitmen ini digelorakan demi menyukseskan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang kini resmi bertransformasi menjadi gerakan nasional berlandaskan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 74 Tahun 2026.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa konsumsi ikan merupakan pilar krusial dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul dan sehat. Sebagai negara maritim, pemerintah memikul tanggung jawab penuh untuk memastikan ketercukupan protein hewani berkualitas bagi masyarakat luas.
“Ikan merupakan pilar penting dalam mencukupi kebutuhan protein masyarakat, terlebih kita hidup di negara maritim. Tugas kami memastikan terpenuhinya kebutuhan ikan di masyarakat dengan kualitas yang baik, apalagi Gemarikan kini menjadi gerakan nasional,” ungkap Menteri Trenggono dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
Guna menjamin ketersediaan dari hulu hingga hilir, KKP mengandalkan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Di sektor hulu, intervensi difokuskan pada penguatan produktivitas nelayan dan pembudidaya lewat program unggulan seperti Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Budidaya Ikan Darat Tematik, Revitalisasi Tambak Pantura, Modernisasi Kapal Ikan, hingga Budidaya Udang Terintegrasi.
Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf dalam Forum Sosialisasi Perpres Nomor 74 Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/9/2026), menjelaskan bahwa penguatan sektor hilir ditopang oleh sistem rantai pasok yang tangguh.
“Di sisi hilir, peningkatan produksi tersebut ditopang oleh sistem penyimpanan dan distribusi yang andal, pemanfaatan Unit Pengolahan Ikan (UPI) berstandar, serta strategi promosi dan pemasaran modern untuk menjaga mutu dan daya saing,” ujar Wamen Didit. Melalui Perpres baru ini, sasaran Gemarikan diarahkan secara terstruktur bagi kelompok rentan gizi seperti ibu hamil, menyusui, balita, anak-anak, hingga remaja.
Dukungan lintas sektor turut disuarakan oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan) Hanif Faisol Nurofiq. Menurutnya, Gemarikan kini bukan sekadar kampanye makan ikan biasa, melainkan instrumen strategis pencapaian swasembada pangan dan pembangunan SDM.
“Anak-anak yang hari ini memperoleh pangan bergizi adalah generasi produktif Indonesia di masa depan,” tegas Wamenko Hanif. Dari tingkat daerah, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno turut mendorong peran aktif Forikan dan TP PKK untuk menggerakkan budaya gemar makan ikan langsung dari unit keluarga terkecil hingga ke pelosok desa.(*)
















