INFOKINI.ID, BONE– Wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali dibuktikan secara gemilang oleh jajaran Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 21/Kawali. Di tengah situasi darurat, gerak cepat dan kesigapan ditunjukkan oleh satuan ini ketika turun langsung membantu warga memadamkan musibah kebakaran hebat yang melanda permukiman di Desa Samaenre, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Selasa (/10/2026).
Peristiwa nahas tersebut bermula pada pukul 10.30 WITA, ketika laporan darurat mengenai insiden kebakaran rumah warga di Dusun Amanrang, Desa Samaenre, diterima oleh pihak batalyon. Berdasarkan keterangan awal dari para pemilik rumah serta warga setempat, amukan si jago merah diduga kuat dipicu oleh ledakan tabung gas portabel dari kediaman seorang warga lanjut usia bernama Muhammad Hafil (80). Kobaran api yang membesar dengan cepat merambat dan menjilat bangunan di sebelahnya yang merupakan milik Fatahuddin (50).
Begitu menerima informasi genting tersebut, Komandan Batalyon Armed 21/Kawali (Danyonarmed 21/Kawali), Letkol Arm Rianto Hartomo tidak buang waktu. Menyikapi musibah ini, ia menegaskan bahwa pengerahan kekuatan pasukannya merupakan wujud mutlak kewajiban moral TNI untuk selalu hadir di tengah kesulitan rakyat. “Setelah menerima laporan mengenai terjadinya kebakaran di lokasi tersebut di Dusun Amanrang Desa Samaenre Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, kami segera mengambil langkah untuk mengerahkan 20 personel, 2 unit mobil pemadam kebakaran, serta 1 unit ambulans menuju lokasi kejadian,” jelasnya.
Hanya berselang satu menit dari laporan diterima, tepatnya pada pukul 10.31 WITA, Danyonarmed langsung memerintahkan pengerahan armada taktis tersebut. Sebanyak 20 prajurit pilihan Yonarmed 21/Kawali diberangkatkan bersama dua unit kendaraan pemadam kebakaran dan satu unit mobil ambulans guna mengantisipasi adanya korban yang memerlukan pertolongan medis darurat.
Kecepatan respons kepemimpinan di lapangan terlihat jelas ketika Letkol Arm Rianto Hartomo bersama Pasiintel Yonarmed 21/Kawali, Letda Arm Ramli, memimpin langsung rombongan pasukan. Hanya dalam kurun waktu singkat, yakni pada pukul 10.38 WITA, rombongan telah tiba di lokasi kejadian dan langsung berkoordinasi dengan delapan orang personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Lapri serta warga masyarakat setempat.
Setibanya di lokasi, pengerahan sarana dan prasarana tersebut dirancang sebagai langkah taktis kilat guna memotong rantai penyebaran api. “Pengerahan personel dan sarana tersebut merupakan langkah cepat untuk mengendalikan dan memadamkan api, dan mencegah agar kebakaran tidak meluas, serta memberikan pertolongan pertama apabila terdapat masyarakat yang membutuhkan bantuan medis,” ujarnya.
Pukul 10.59 WITA, prajurit Yonarmed 21/Kawali bahu-membahu bersama unsur Damkar dan warga berjibaku menyemprotkan air serta melokalisir titik api agar tidak merembet ke rumah-rumah warga lainnya di padatnya permukiman Dusun Amanrang. Dalam pelaksanaan di lapangan, Letkol Rianto juga senantiasa mengingatkan seluruh prajuritnya agar mengutamakan prosedur keselamatan kerja.
Berkat kerja keras dan sinergi yang solid di lapangan, amukan api akhirnya berhasil dilumpuhkan total pada pukul 11.30 WITA. Tidak berhenti sampai di situ, pada pukul 11.35 WITA, personel Yonarmed 21/Kawali melaksanakan penyiraman pendinginan guna memastikan tidak ada lagi titik bara sekecil apa pun yang berpotensi memicu api susulan, dilanjutkan dengan pengecekan menyeluruh terhadap personel dan materil. Rangkaian pemadaman akhirnya dinyatakan selesai secara tuntas pada pukul 12.15 WITA.
Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, kerugian materil yang diderita para korban ditaksir mencapai kurang lebih Rp250 juta, setelah kebakaran hebat menghanguskan dua unit rumah warga secara menyeluruh beserta isinya, termasuk satu unit mesin traktor, satu buah telepon genggam, 20 karung padi hasil panen, serta uang tunai senilai Rp14 juta.
“Kami juga terus memantau perkembangan situasi sampai api benar-benar dapat dikendalikan dan kondisi dinyatakan aman. Apabila diperlukan, kami siap memberikan dukungan tambahan sesuai perkembangan situasi di lapangan. Yang terpenting dalam kejadian ini adalah respons cepat, koordinasi yang baik, dan memastikan kebakaran tidak menimbulkan korban maupun kerugian yang lebih besar,” tutup Letkol Rianto.(*)
















