INFOKINI.ID, JAKARTA– Wali Kota Makassar, Munafri ‘Appi’ Arifuddin, memaparkan strategi dan inovasi Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam memperkuat Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif (PAUD-HI) pada ajang internasional Asia-Pacific Regional Network for Early Childhood (ARNEC) Learning Forum 2026.
Kegiatan bergengsi yang mengusung tema “From Knowledge to Collective Action: Strengthening Climate-Responsive and Well-Financed ECD Systems in Asia-Pacific” tersebut berlangsung di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026). Appi tampil sebagai pemateri utama pada diskusi panel bertajuk Kepemimpinan Lokal dan Pelibatan Masyarakat dalam Pengembangan Anak Usia Dini.
Di hadapan delegasi dan pakar pendidikan se-kawasan Asia-Pasifik, Appi menyampaikan bahwa komitmen Pemkot Makassar diterjemahkan secara nyata melalui visi Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan.
“Pendekatan ini kami perkuat melalui keterlibatan Bunda PAUD dan kelompok kerjanya di tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan, bersama TP PKK, tenaga kesehatan, organisasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha, serta berbagai mitra pembangunan,” ujar Appi.
Ia menjelaskan, Pemkot Makassar menempatkan pendidikan anak usia dini bukan sekadar tanggung jawab Dinas Pendidikan semata, melainkan mengintegrasikan sektor kesehatan, pemenuhan gizi, perlindungan anak, kependudukan, hingga kelestarian lingkungan hidup.
Sebagai salah satu terobosan utama, Pemkot Makassar mengembangkan PAUD negeri sebagai Local Education Centre (pusat pendidikan lokal) yang berfungsi sebagai jaring pengaman pendidikan inklusif, termasuk bagi anak penyandang disabilitas dan keluarga rentan. Sepanjang 2025 hingga 2026, seluruh satuan PAUD di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Makassar telah mendapatkan pendampingan PAUD-HI, didukung pelatihan lebih dari 1.000 guru serta Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan.
Dukungan kebijakan tersebut juga dibarengi alokasi anggaran yang konkret. Pada tahun anggaran 2025, Dinas Pendidikan Kota Makassar mengelola anggaran sekitar Rp1,37 triliun, di mana program pengelolaan PAUD secara khusus disuntik dana lebih dari Rp30,5 miliar untuk sarana prasarana, Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP), dan peningkatan kapasitas pendidik.
Selain itu, Pemkot Makassar mengintegrasikan kesadaran perubahan iklim sejak dini melalui program urban farming, pojok hijau sekolah, pemilahan sampah, dan pembuatan biopori di lingkungan sekolah. Perhatian khusus juga diberikan pada wilayah kepulauan melalui pembangunan infrastruktur ramah lingkungan serta pemberian dukungan penuh bagi pendidik di daerah terpencil.
“Melalui pendekatan holistik-integratif, Makassar berupaya menunjukkan bahwa potensi lokal dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun sistem pendidikan dan pengasuhan anak usia dini yang lebih adil dan berkelanjutan,” pungkas Ketua IKA FH Unhas tersebut.(*)
















