INFOKINI.ID, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengakhiri perdagangan di zona merah pada Jumat (30/10/2026). Indeks saham utama Indonesia tersebut ditutup melemah 41,01 poin atau 0,80 persen ke level 5.057,05.
Pelemahan ini menandai masih kuatnya tekanan terhadap pasar modal Indonesia menjelang penutupan perdagangan Oktober 2026.
Sepanjang perdagangan, IHSG sempat mengalami tekanan cukup dalam hingga menyentuh level terendah di kisaran 4.979. Namun, menjelang penutupan, indeks berhasil mengalami pemulihan sehingga kembali bertahan di atas level psikologis 5.000.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), mayoritas saham masih bergerak di zona merah. Sebanyak 552 saham mengalami penurunan, sementara 194 saham menguat dan 217 saham lainnya tidak mengalami perubahan.
Dari sisi sektoral, tekanan terbesar terjadi pada sektor transportasi yang melemah 3,13 persen. Sebaliknya, sektor kesehatan dan keuangan masih mampu mencatatkan penguatan masing-masing sebesar 0,76 persen dan 0,15 persen.
Aktivitas perdagangan pada hari tersebut mencatatkan nilai transaksi sekitar Rp11,42 triliun dengan volume mencapai 36,48 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi tercatat sekitar 1,17 juta kali.
Tekanan terhadap IHSG turut dipengaruhi sentimen global, termasuk perkembangan kebijakan suku bunga bank sentral serta ketidakpastian pasar keuangan internasional. Investor juga masih mencermati perkembangan pasar modal domestik dan respons regulator terhadap berbagai persoalan transparansi perdagangan saham.
Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.
Pelemahan IHSG pada akhir Oktober menjadi perhatian bagi pelaku pasar. Ke depan, perkembangan kondisi ekonomi global, stabilitas nilai tukar rupiah, serta kebijakan pemerintah dan regulator pasar modal akan menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan bursa saham Indonesia. (*)
















