INFOKINI.ID, MAKASSAR– Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Sulawesi Selatan menorehkan catatan impresif sepanjang 2026. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan yang dirilis pada 5 November 2026, IPM Sulsel tahun ini resmi menyentuh angka 76,66.
Capaian tersebut menunjukkan tren positif dengan peningkatan sebesar 0,74 poin atau tumbuh 0,97 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 75,92. Kenaikan ini sekaligus mempertahankan status pembangunan manusia Sulsel dalam kategori “tinggi” yang konsisten dipertahankan sejak 2020 di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi.
Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan, Ariyanto, mengungkapkan bahwa pertumbuhan IPM 2026 ini didorong oleh kemajuan yang merata pada seluruh dimensi penyusunnya, baik dari aspek kesehatan, pendidikan, maupun standar hidup layak. Dalam catatan kurun waktu 2022 hingga 2026, IPM Sulsel tercatat tumbuh stabil dengan rata-rata 0,88 persen per tahun.
Berikut adalah rincian detail peningkatan pada masing-masing dimensi utama:
1.Dimensi Umur Panjang dan Hidup Sehat: Angka Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir bagi penduduk Sulawesi Selatan pada 2026 mencapai 74,37 tahun, meningkat 0,22 tahun dari tahun sebelumnya.
2.Dimensi Pengetahuan: Indikator Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk usia 7 tahun naik tipis menjadi 13,57 tahun (sebelumnya 13,56 tahun). Sementara itu, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas melonjak 0,19 tahun, dari 9,00 tahun menjadi 9,19 tahun.
3.Dimensi Standar Hidup Layak: Rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan menembus angka Rp13,29 juta. Angka ini mengalami lonjakan signifikan sekitar Rp515.000 atau tumbuh 4,03 persen dibanding tahun lalu.
Dari sisi kewilayahan, seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan kompak mencatat tren positif kenaikan IPM pada 2026. Kabupaten Bone keluar sebagai daerah dengan tingkat pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 1,35 persen. Posisi berikutnya disusul oleh Tana Toraja, Toraja Utara, dan Soppeng yang masing-masing mencatatkan pertumbuhan di angka 1,32 persen.
Secara umum, peta pembangunan manusia di Sulawesi Selatan terbagi menjadi dua kategori utama. Sebanyak 21 kabupaten kini berada dalam kategori pembangunan manusia tinggi (nilai IPM di atas 70), sementara 3 wilayah perkotaan sukses menembus kategori sangat tinggi, yaitu Kota Makassar, Kota Parepare, dan Kota Palopo. Meski demikian, BPS mencatat disparitas capaian antarwilayah masih menjadi pekerjaan rumah bersama yang perlu terus diakselerasi ke depannya.(*)
















