DAERAH  

Lepas Sekat Formalitas, Munafri Arifuddin Pilih Duduk Melantai Dengar Aspirasi Mahasiswa Makassar

Foto: ist

INFOKINI.ID, MAKASSAR– Suasana hangat dan jauh dari kesan kaku terlihat di pelataran Kantor Balai Kota Makassar, Jumat (6/11/2026). Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memilih menanggalkan sekat formalitas dengan duduk melantai bersama ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang menggelar aksi unjuk rasa terkait keamanan kota.

Alih-alih menghindar atau menemui massa dari balik meja birokrasi, pria yang akrab disapa Appi ini memilih membuka ruang dialog terbuka. Didampingi unsur pimpinan dan anggota DPRD Kota Makassar serta jajaran Kepala OPD, ia mendengarkan satu per satu keluh kesah, keresahan, serta tuntutan yang disuarakan para mahasiswa.

PDAM

Bagi Appi, kritik dan tuntutan dari mahasiswa bukanlah sesuatu yang harus ditakuti atau dihindari, melainkan bahan evaluasi penting agar pemerintah dapat melihat persoalan nyata langsung dari sudut pandang masyarakat.

“Sebab, membangun kota tidak cukup hanya melalui kebijakan dari balik meja, tetapi juga membutuhkan keterbukaan untuk mendengar langsung keresahan dan harapan mahasiswa maupun masyarakat,” ujar Appi di hadapan massa aksi.

Dalam dialog interaktif tersebut, Appi secara transparan memaparkan pokok-pokok kewenangan, tugas pokok dan fungsi (tupoksi), serta batasan tanggung jawab yang diemban oleh Pemkot Makassar. Menanggapi keresahan terkait keamanan dan ruang kepemudaan, ia memaparkan program pemberdayaan lewat Makassar Creator Hub (MCH) sebagai wadah pengembangan potensi generasi muda.

Selain itu, pemkot juga telah menginstruksikan para camat dan lurah untuk memperketat patroli di wilayah masing-masing melalui koordinasi intensif bersama jajaran kepolisian dan TNI.

Sebagai bentuk komitmen nyata atas aspirasi hari ini, Wali Kota Munafri memastikan bahwa ruang komunikasi tidak berhenti pada aksi jalanan saja. Ia menjadwalkan pertemuan lanjutan bersama perwakilan mahasiswa pada Rabu, 11 November mendatang, guna merumuskan solusi konkret dan berkelanjutan bagi berbagai persoalan di Kota Makassar.(*_)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *