INFOKINI.ID, MAKASSAR– Palang Merah Indonesia (PMI) diharapkan melaksanakan perannya sebagai organisasi kemanusiaan yang menjadi garda terdepan dalam pencegahan bencana kemanusiaan Covid-19. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, Covid-19 yang diosebut Ketua PMI Sulsel, Adnan Purichta Ichsan sebagai bencana kemanusiaan sekaligus bencana alam ini, melanda seluruh dunia tanpa ampun. Bahkan akibat bencana ini, sebagai sektor merasakan dampak yang sangat signifikan. Di sini peran PMI dibutuhkan. Hal ini ditegaskan Adnan Purichta Ichsan, saat melaunching penyemprotan serentak disinfektan oleh PMI Sulsel, dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19, di Markas PMI Sulsel Jalan Lanto Dg Pasewang Makassar, Sabtu (6/6/2020). “Tiga bulan ini terjadi bencana kemanusiaan dan bencana alam yang seluruh dunia merasakan dampaknya. Sebagai organisasi kemanusiaan, bencana ini sudah menjadi tugas dan tanggungjawab PMI sebagai organisasi kemanusiaan untuk berada di garda terdepan dalam menolong saudara kita yang membutuhkan. Penyemprotan secara serentak ini, kita harapkan bisa menjadi upaya kita dalam membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ini serentak kita lakukan di 24 kabupaten/kota di Sulsel. Dengan penyemprotan ini, kita berharap virus Covid-19 bisa teratasi, mengingat penyemportan disinfektan ini diyakini bisa membunuh virus dalam yang wwaktu sangat singkat,” jelas Adnan, yang juga merupakan Bupati Gowa.
Adnan juga merincikan bahwa penyemprotan serentak ini akan dilakukan pada seluruh rumah ibadah dan kantor-kantor pemerintahan. “Hari pertama ini akan difokuskan pada rumah ibadah dan hari kedua akan disasar kantor-kantor pemerintahan. Hal ini kita lakukan, karena sejumlah rumah ibadah kembali dibuka untuk aktifitas ibadah masyarakat. Begitu juga dengan kantor pemerintahan, yang telah beraktifitas seperti biasa, meski dengan aturan protokol kesehatan. Kita berharap ini bisa membantu mencegah makin meluasnya virus ini, sesuai tugas PMI bidang sterilisasi. Momentum ini dijadikan sebagai kontribusi PMI untuk mensterilkan rumah ibadah dan kantor pemerintah sekaligus untuk bisa menurunkan angka penularan di Sulsel,” papar Adnan, dalam sambutannya saat menjadi inspektur apel dalam rangka penyemprotan disinfektan secara serentak.
Sulsel menurut Adnan, saat ini berada pada urutan ketiga untuk angka penyebaran Covid-19 secara nasional. Urutan Sulsel berada di atas Jawa Timur yang memiliki junlah penduduk yang jauh lebih banyak. “Kondisi ini membutuhkan perhatian serius seluruh unsur. “Ini bukan hanya kerjanya pemerintah saja. Tetapi ini harus menjadi pekerjaan kita bersama karena panggilan kemanusiaan. Termasuk untuk bisa mengedukasi dan menerapkan protokol kesehatan. Penyemprotan ini semoga menjadi upaya pencegahan penyebaran Covid di Sulsel dengan memutus mata rantainya. Sehingga bisa berkontribusi untuk menurunkan angka penyebaran Covid-19,” ujarnya.
Di kesempatan itu, Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Sulawesi Selatan, Musyafir Arifin Nu’mang menjabarkan bahwa penyemprotan serentak ini melibatkan TNI, relawan PMI, akademisi, gugus tugas penanganan Covid-19, organisasi kepemudaan seperti KNPI, dan sejumlah organisasi kemanusiaan lain. “Sebelumnya telah dilakukan penyemprotan disinfektan terhadap taman, gedung, dan sejumlah ruas jalan di Kota Makassar. Sementara di kabupaten/kota, PMI telah mendistribusikan 124 unit sprayer untuk kepentingan penyemprotan,” ujarnya.(*)















