Balla Lompoa Jadi Saksi Keseruan Kegiatan “Belajar Bersama di Museum”

INFOKINI.ID, GOWA, – Museum Balla Lompoa jadi saksi keseruan kegiatan “Belajar Bersama di Museum” yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Gowa, Senin (20/4/2026).

Kegiatan yang diikuti siswa SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 4 Sungguminasa tersebut menghadirkan narasumber Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gowa serta Kepala UPT Museum Mandala.

“Senang sekali melihat generasi muda Gowa begitu bersemangat menggali sejarah dan nilai budaya lokal kita. Mari terus jaga dan lestarikan warisan sejarah kita bersama,” kata Kepala Disparbud Gowa, Ary Majdin Asfari.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Gowa, Ikbal Thiro, mengatakan program bertujuan untuk memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda secara lebih mendalam.

“Jadi ini program rutin kami di Bidang Kebudayaan, dimana belajar bersama di Museum ini kita ajak anak-anak kita untuk melihat langsung seperti apa peninggalan Kerajaan Gowa di masa lampau. Program ini kita sasar bukan hanya sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta seperti sekolah Islam yang ada di Gowa,” kata Ikbal Tiro.

Lanjut Ikbal yang juga Kepala Museum Balla Lompoa ini, di program ini, siswa-siswi tidak hanya sekadar melihat koleksi benda cagar budaya, para siswa juga diajak memahami makna dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Olehnya, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya membangun kesadaran sejarah di kalangan pelajar.

“Melalui program Belajar di Museum ini, kami ingin siswa tidak hanya mengenal benda cagar budaya secara visual, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Ini penting sebagai bekal dalam membentuk karakter dan identitas generasi muda,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong penguatan literasi sejarah dan budaya lokal.

“Ini adalah salah satu langkah strategis kami untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini. Dengan begitu, generasi muda diharapkan mampu menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah,” ujar Ikbal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *