INFOKINI.ID, GOWA– Ribuan pelanggan Perumda Air Minum Tirta Jeneberang, Kabupaten Gowa, harus bersabar. Distribusi air bersih di wilayah Sungguminasa dan sekitarnya terpaksa dihentikan sementara akibat keretakan pada pipa utama PVC berdiameter 300 mm yang berlokasi di belakang Kantor Lurah Pandang-pandang.
Kerusakan pipa yang terjadi pada Jumat (19/6/2026) ini diidentifikasi sebagai kondisi force majeure. Tekanan tinggi serta benturan keras dari material batu di bawah tanah menjadi penyebab utama retaknya infrastruktur vital tersebut.

Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Jeneberang, Irianto Razak, menegaskan bahwa tim teknis saat ini sedang bekerja ekstra keras di lapangan. Namun, tantangan medan yang sulit, tepat berada di pinggir tanggul, membuat pengerjaan harus dilakukan secara manual tanpa bantuan alat berat.
”Kejadian ini di luar kendali kami. Mengingat posisi pipa yang retak berada di titik terdalam, tim kami harus bekerja manual dengan repair clamp. Estimasi perbaikan memakan waktu sekitar lima jam,” ujar Irianto, Sabtu (20/6/2026).
Irianto menyadari dampak signifikan dari perbaikan ini, dimana suplai air kepada 20 ribu sambungan rumah (SR) mengalami penurunan hingga 80 persen. Sebagai langkah mitigasi, pihak Perumda menyiagakan armada mobil tangki untuk melayani kebutuhan mendesak pelanggan, meski kapasitasnya terbatas.
”Kami melayani permintaan air bersih dengan unit tangki yang tersedia. Kami mohon maaf karena armada terbatas, sehingga hanya mampu meng-cover 20 hingga 30 persen dari total pelanggan yang terdampak,” tambahnya.
Meskipun perbaikan fisik pipa ditargetkan selesai dalam waktu singkat, Irianto mengingatkan pelanggan agar tidak langsung berekspektasi air mengalir normal seketika. Sistem pipa yang sempat kosong akibat penghentian distribusi membutuhkan waktu untuk proses pengisian ulang.
”Pelayanan kami pastikan normal 100 persen dalam waktu maksimal tiga hari setelah perbaikan selesai. Kami mohon kesabaran pelanggan karena proses pengisian kembali instalasi pipa memerlukan waktu teknis,” jelasnya.
Menanggapi insiden ini, pihak Perumda mengakui usia pipa yang sudah tua menjadi tantangan besar. Ke depan, manajemen berencana melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Gowa untuk melakukan peremajaan pipa menggunakan material HDPE yang lebih tahan lama.
”Kami sudah merancang rencana peremajaan. Namun, karena membutuhkan anggaran yang besar, mengingat biaya per kilometer pipa HDPE mencapai miliaran rupiah, kami akan mengoordinasikannya dengan Pemkab Gowa,” tutup Irianto.(*)















