Patonro Elite Run 2026: Sisi Unik HUT TNI Berbalut Budaya, Ini Penjelasan Pangdam XIV/Hasanuddin

Foto: ist

INFOKINI.ID, MAKASSAR– Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kota Makassar menyuguhkan warna yang jauh berbeda dari biasanya. Tanpa sekadar pamer alutsista dan parade militer, TNI membuktikan kemanunggalannya dengan masyarakat lewat panggung budaya yang megah dalam Patonro Elite Run 2026, Minggu (20/9/2026).

Suasana Lapangan Sultan Hasanuddin di Jalan Jenderal Sudirman berubah total menjadi lautan warna hijau dan merah sejak fajar menyingsing. Tak kurang dari 7.092 pelari membanjiri jalanan protokol Makassar. Keunikannya melampaui ajang lari pada umumnya karena seluruh peserta berlari sejauh 5K dan 10K sembari mengenakan Patonro berwarna merah yang melingkar gagah di kepala.

PDAM

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko tak sekadar membuka acara, tetapi ikut melebur membaur di garis start hingga finish lengkap dengan Patonro di kepalanya.

“Kita sold out 7.092 runners. Menurut informasi, ini perhelatan terbesar pesertanya dan terunik karena menggunakan Patonro,” tegas Mayjen TNI Bangun Nawoko di tengah gemuruh riuk peserta.

Bukan sekadar penutup kepala, Patonro membawa bobot sejarah yang dalam. Lilitan kain khas Bugis-Makassar ini telah ada sejak abad ke-16 pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-10, Raja I Manriwagau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng. Pada era kerajaan, mahkota kain ini adalah simbol kehormatan bagi bangsawan (anak daeng karaeng) dan prajurit pemberani (tubarania).

Simbolisme inilah yang tajam diangkat dalam Patonro Elite Run 2026. Menurut Mayjen TNI Bangun Nawoko, ada pesan mendalam yang disuntikkan ke dalam napas perayaan HUT TNI kali ini.

“Patonro yang tegak lurus ke atas menggambarkan loyalitas tegak lurus, kesetiaan, semangat pantang mundur, keberanian, dan jiwa rela berkorban. Ini dedikasi untuk memuliakan budaya Bugis-Makassar, dan nilai-nilai luhur ini yang kita warisi bersama,” ungkap Pangdam.

Langkah kaki ribuan pelari disambut riuh tabuhan gendang dan atraksi tarian Gandrang Bulo anak-anak di dua kategori rute, yaitu 5K dan 10K, yang melintasi sejumlah jalan protokol di Kota Makassar, mulai dari Jalan Haji Bau, Jalan enghibur, hingga Jalan Nusantara. Energi tak surut usai melintasi garis finish, di mana Pangdam bersama ribuan pelari langsung berbaur rapat dalam sesi senam Zumba bersama.

Ajang yang sukses besar ini dipastikan tidak akan berhenti sebagai selebrasi satu kali saja. Pangdam memastikan Patonro Elite Run bakal dikunci menjadi agenda tahunan kebanggaan Makassar.

“Jika Makassar suasananya aman dan damai, saya yakin kita bisa menyelenggarakan event besar seperti ini secara rutin. Makassar adalah tempat kita bernaung dan mewujudkan mimpi, kewajiban kita bersama untuk menjaganya,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *