INFOKINI.ID, GOWA–Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Je’nelata di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, terus menunjukkan tren positif. Memasuki pertengahan kuartal akhir tahun ini, progres fisik pengerjaan konstruksi secara keseluruhan telah menembus angka 36 persen.
Capaian tersebut mencakup sejumlah struktur vital, mulai dari galian fondasi bendungan, pembangunan bangunan pengelak, jalan akses menuju lokasi kuari (quarry), hingga pengerjaan struktur spillway (bangunan pelimpah).
“Saat ini progres keseluruhan sudah mencapai 36 persen. Kita masih fokus di pengerjaan jalan akses, galian fondasi bendungan, serta struktur spillway yang posisinya berada di tengah,” ungkap Humas Proyek Bendungan Je’nelata, Sigit Hidayat Kurniawan.
Sigit menjelaskan, struktur spillway memiliki peran krusial sebagai sarana pelimpahan air saat volume waduk mencapai puncak, dengan prinsip kerja yang serupa dengan Bendungan Bili-Bili.
Timbunan Utama Digenjot November, Bobot Progres Tertinggi
Pihak pengelola proyek optimistis target penyelesaian fisik bendungan dapat tercapai secara keseluruhan pada tahun 2028 mendatang. Kunci percepatan progres ini terletak pada pengerjaan timbunan tubuh bendungan (main dam) yang dijadwalkan mulai digenjot pada November 2026.
“Bobot persentase tertinggi dalam pengerjaan bendungan itu terletak pada timbunan tubuh bendungan, yang porsinya mencapai sekitar 50 persen dari total pengerjaan. Kami menargetkan pengerjaan timbunan ini mulai berjalan pada bulan November hingga diperkirakan setahun ke depan,” jelasnya.
Bendungan Je’nelata dirancang mengusung tipe Concrete Face Rockfill Dam (CFRD) atau bendungan urugan batu berwajah beton. Berdasarkan data teknis, bendungan ini bakal memiliki tinggi 62,80 meter dan panjang bentang tubuh mencapai 1.525 meter, dengan daya tampung efektif hingga 174,70 juta meter kubik air di atas lahan genangan seluas 12.200 meter persegi.
Terkait tahap pengerjaan, Sigit menegaskan bahwa prioritas utama saat ini berfokus pada area konstruksi fisik sebelum melangkah ke pembebasan lahan genangan secara bertahap. Pembangunan bendungan memiliki urutan teknis yang sangat ketat dan tidak boleh melompati prosedur demi menjamin keselamatan.
Pengawasan Ketat Komisi Keamanan Bendungan
Mengingat bendungan menyimpan ratusan juta meter kubik air di elevasi tinggi, faktor keselamatan menjadi prioritas utama. Karena itu, seluruh proses konstruksi diawasi dan diuji secara super ketat sejak tahap awal oleh Komisi Keamanan Bendungan di bawah binaan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Lembaga independen yang diisi para pakar hidraulik, geoteknik, dan struktur ini menguji setiap tahapan mulai dari galian fondasi, penimbunan material, hingga pembuatan spillway, semua dilakukan melalui sidang panel ahli sebelum menerbitkan Sertifikasi Keamanan Bendungan.
“Setiap tahapan harus disidangkan dan diuji oleh Komisi Keamanan Bendungan agar bendungan benar-benar aman beroperasi dalam jangka panjang. Daya tahan bendungan ini didesain bertahan 50 hingga 100 tahun demi mencegah risiko kegagalan struktur di kawasan hilir,” tegas Sigit.
Kehadiran Bendungan Je’nelata diproyeksikan memberikan manfaat strategis jangka panjang bagi masyarakat Sulawesi Selatan, mencakup penyediaan suplai air baku, irigasi pertanian, potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), hingga reduksi risiko banjir untuk wilayah Kabupaten Gowa dan Kota Makassar.(*)
















