INFOKINI.ID, MAKASSAR– Aksi brutal kelompok geng motor kembali merenggut korban jiwa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Seorang mahasiswa bernama Akmal (24) tewas bersimbah darah di lokasi kejadian dengan kondisi mengenaskan, sementara rekannya, Farel (17), mengalami luka berat akibat sabetan senjata tajam dan anak panah.
Peristiwa berdarah tersebut terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan Kilometer 19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 03.35 Wita dini hari.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar Ahmad, mengungkapkan insiden maut ini bermula ketika kelompok korban tengah nongkrong di Jalan Daeng Ramang, Kelurahan Pai. Secara tiba-tiba, gerombolan pelaku yang diperkirakan berjumlah sekitar 12 sepeda motor datang melintas sambil mengacungkan senjata tajam berupa parang dan busur panah.
Merasa terancam, kelompok korban lantas melakukan perlawanan dan berbalik mengejar para pelaku yang kabur ke arah Kabupaten Maros. Nahas, pengejaran tersebut justru berujung petaka.
Setibanya di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 19, dua sepeda motor yang dikendarai rekan korban saling bertabrakan hingga membuat Akmal dan Farel terjatuh ke aspal.
Melihat kedua korban tak berdaya di jalanan, gerombolan geng motor asal Maros yang tadinya kabur langsung berputar arah dan memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan penyerangan membabi buta.
“Kelompok pelaku yang diduga berasal dari Maros melihat kejadian laka tersebut dan berputar balik, kemudian menyerang kelompok korban menggunakan parang dan busur,” jelas AKP Jafar.
Akmal tewas seketika di tempat kejadian perkara dengan luka tebasan parang di punggung serta anak panah busur yang masih tertancap di bagian kepala. Sementara itu, Farel menderita luka parah di kepala dan punggung, dan kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Jenazah Akmal sendiri langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk keperluan autopsi.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya, Iptu Mataram Abdullah, menyatakan pihaknya masih mendalami motif di balik penyerangan sadis ini. Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga kuat bentrokan ini dipicu oleh aksi janjian tawuran melalui sistem COD (Cash on Delivery) antar kelompok remaja.
“Iya, berawal dari COD (tawuran), tidak mungkin geng motor di Maros masuk ke Daeng Ramang dan mereka ketemu kalau tidak ada informasi,” pungkas Mataram.(*)
















