INFOKINI.ID, MAKASSAR — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar menyiapkan sistem pengamanan berlapis saat proses pemulangan jamaah haji di Asrama Haji Sudiang Makassar. Sistem tersebut diterapkan untuk mengantisipasi penumpukan penjemput dan kendaraan di area asrama haji.
Ketua PPIH Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail mengatakan, pihaknya membagi area penjemputan ke dalam tiga ring pengamanan.
“Jadi, di dalam proses pemulangan ada tiga ring pengamanan,” ujar Ikbal.
Ia menjelaskan, pada ring tiga pengunjung hanya diperbolehkan masuk hingga batas depan Gedung Zamzam.
“Ring tiga, pengunjung boleh masuk sampai batas depan Zamzam,” katanya.
Sementara pada ring dua, penjemput diberikan akses lebih dekat dengan ketentuan satu mobil hanya diperbolehkan membawa satu orang penjemput.
“Ring dua, penjemput boleh masuk satu mobil, satu orang untuk menjemput jemaah di dalam,” ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulsel ini.
Menurut Ikbal, kebijakan tersebut diterapkan agar tidak terjadi penumpukan pengunjung di area dalam Asrama Haji.
“Agar pengunjung tidak banyak menumpuk di dalam, kami batasi satu mobil satu orang. Sama sopir jadi dua ya,” jelasnya.
Meski diperbolehkan masuk hingga area tertentu, penjemput tetap tidak diizinkan masuk ke Aula Arafah yang menjadi titik utama penerimaan jamaah.
“Tapi dengan syarat enggak boleh masuk ke dalam Aula,” tegasnya.
Adapun ring satu merupakan area khusus panitia yang berada di sekitar Aula Arafah.
“Ring satu itu di sekitar Arafah, Aula Arafah. Kalau ring dua kan masuk sampai ke kantin situ, depan,” tambahnya.
Selain pengamanan, PPIH juga menyiapkan skema parkir bertahap menyesuaikan kondisi kepadatan kloter yang tiba.
“Kalau di awal kami isi dulu di depan, depan Zamzam kan, mobil-mobil itu parkir. Kalau sudah penuh depan, baru kita isi di dalam,” ungkap Ikbal.
PPIH Embarkasi Makassar juga menetapkan mekanisme penjemputan mandiri bagi tiga daerah, yakni Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Gowa.
“Jadi ada tiga daerah yang menjemput sendiri. Penjemputan mandiri yaitu Maros, Makassar, dan Gowa,” katanya.
Sementara jamaah asal daerah lain diharapkan dijemput dan difasilitasi oleh pemerintah daerah masing-masing sehingga keluarga tidak perlu datang langsung ke Asrama Haji Sudiang.
“Kami harapkan dijemput oleh, difasilitasi oleh pemda setempat. Nanti keluarganya tidak usah ke Asrama Haji menjemput, nanti dijemput di masing-masing lokasi titik penjemputan oleh pemda,” tutupnya.















