INFO HAJI: 345 Jemaah Batal Berangkat, Tidak Penuhi Syarat Istitha’ah Kesehatan

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan seluruh proses pergerakan jemaah haji Indonesia pada fase puncak ibadah haji atau Armuzna berjalan lancar, tertib, dan terkendali. (dok. kemenhaj)

INFOKINI.ID, MAKKAH – Menteri Haji dan Umrah RI Moch Irfan Yusuf mengungkapkan sebanyak 345 calon jemaah haji Indonesia batal berangkat ke Tanah Suci karena tidak memenuhi syarat istitha’ah kesehatan.

Jumlah tersebut hampir setara satu kelompok terbang (kloter) dan disebut sebagai bukti keseriusan pemerintah memperketat pemeriksaan kesehatan demi keselamatan jemaah.

Moch Irfan Yusuf menegaskan, kebijakan memperketat pemeriksaan kesehatan jemaah haji dilakukan untuk menekan angka kesakitan dan kematian selama pelaksanaan ibadah haji, khususnya pada fase puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Di embarkasi saya mendapatkan laporan, sudah masuk asrama haji diperiksa, ada 345 calon jemaah haji yang tidak jadi berangkat. Hampir satu kloter. Ini menunjukkan bahwa kita memang serius dalam menegakkan istitha’ah kesehatan,” ujar Gus Irfan di hadapan peserta Konsolidasi Akbar PPIH Arab Saudi.

Menurutnya, keputusan tidak memberangkatkan ratusan calon jemaah tersebut memang berat, namun harus dilakukan demi melindungi keselamatan jemaah itu sendiri.

Ia bahkan meminta seluruh dokter dan pengambil keputusan di lapangan tidak ragu menjalankan aturan kesehatan meski menghadapi protes dari calon jemaah maupun keluarga.

“Kepada para dokter dan para pengambil keputusan saya sampaikan, kalau ada komplain katakan ini adalah perintah Menteri Haji,” katanya.

Irfan mengakui, meski pemeriksaan kesehatan sudah diperketat sejak di tanah air, pemerintah Arab Saudi masih memberikan perhatian serius terhadap kondisi kesehatan jemaah Indonesia.

Ia menyebut dirinya menerima pesan langsung dari Deputi Menteri Haji Arab Saudi terkait persoalan tersebut.

“Tadi sore saya juga menerima WA dari Deputi Menteri Haji Saudi. Pak Dubes juga menyinggung soal kesehatan. Tapi kita pahami mereka ingin kita 100 persen sempurna,” ujarnya.

Meski demikian, Irfan menilai kebijakan pengetatan istitha’ah kesehatan mulai menunjukkan hasil positif. Jumlah jemaah yang dirawat maupun meninggal dunia pada musim haji tahun ini disebut mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Salah satu alasannya karena pemeriksaan istitha’ah kesehatan di tanah air relatif lebih ketat dibanding tahun sebelumnya. Sehingga hari ini yang dirawat turun drastis, yang meninggal juga turun drastis,” katanya.

Sebelumnya, saat meninjau Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Irfan menyampaikan pemerintah menyiapkan lebih dari 1.200 tenaga kesehatan untuk mendukung pelayanan jemaah selama operasional haji.

Setiap kloter didampingi satu dokter dan satu perawat, ditambah ratusan tenaga kesehatan lain yang bersiaga di berbagai titik pelayanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *