INFOKINI.ID, MAKASSAR — Universitas Muslim Indonesia (UMI) menghadiri kegiatan strategis Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) yang berlangsung di Auditorium Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Momentum nasional ini menjadi ruang penting bagi UMI untuk memperkuat jejaring kolaborasi sekaligus menegaskan langkah transformasi yang tengah dibangun universitas menuju ekosistem pendidikan tinggi yang semakin adaptif, digital, dan berdampak.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMI, Hambali Thalib, secara langsung menyampaikan undangan resmi kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Brian Yuliarto, untuk menghadiri puncak peringatan Milad ke-72 Universitas Muslim Indonesia pada 23 Juni 2026 mendatang.
Rektor UMI menegaskan bahwa kehadiran Mendiktisaintek pada Milad ke-72 akan menjadi kehormatan besar sekaligus momentum penting bagi sivitas akademika UMI.
“Kami mengundang Mendiktisaintek hadir di Milad ke-72 UMI untuk menyaksikan langkah transformasi kampus masa depan dari Indonesia Timur. UMI sedang menyiapkan berbagai ikhtiar besar dalam penguatan mutu akademik, transformasi digital, smart campus, pengembangan riset, serta penguatan kepemimpinan pendidikan tinggi yang berdampak bagi bangsa,” ujar Prof. Hambali Thalib.
Delegasi UMI dalam agenda nasional tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan yayasan dan universitas sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan mutu perguruan tinggi swasta, pemerataan akses pendidikan tinggi, serta percepatan transformasi digital pendidikan di Indonesia.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Umum APTISI Pusat, Budi Djatmiko, yang mengangkat tema “Peningkatan Mutu PTS dan PTS Siap Mempercepat APK Pendidikan Tinggi 40%.”
Dalam paparannya, ia menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi swasta sebagai pilar utama dalam meningkatkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi nasional melalui penguatan mutu, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI memaparkan kebijakan strategis “Sekolah Kepemimpinan Pendidikan Tinggi Berdampak.”
Dalam arahannya, Menteri menekankan pentingnya membangun kepemimpinan perguruan tinggi yang visioner, transformatif, dan mampu menghadirkan dampak nyata melalui tata kelola pendidikan tinggi yang unggul serta relevan dengan tantangan masa depan.
Sebagai keynote speaker, Hashim Djojohadikusumo turut menyampaikan materi bertajuk “Transformasi Digital Pendidikan Tinggi: Pilar Utama Peningkatan Mutu, Pemerataan Akses, dan APK Menuju 40%.”
Materi tersebut menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan pendidikan tinggi Indonesia tetap kompetitif di tengah perubahan global yang sangat cepat.
Bagi UMI, forum strategis ini semakin menguatkan arah transformasi yang selama ini terus dibangun.
Prof. Hambali Thalib menegaskan bahwa isu-isu strategis yang dibahas dalam forum tersebut sangat selaras dengan roadmap pengembangan UMI yang saat ini tengah mempercepat implementasi digital campus, integrasi layanan akademik berbasis teknologi, penguatan kecerdasan buatan, serta pembangunan smart campus yang akan mulai diperkenalkan secara lebih konkret pada Milad ke-72 UMI.
“Transformasi pendidikan tinggi tidak cukup hanya dibicarakan. Ia harus direncanakan, diukur, dan diimplementasikan secara nyata. UMI terus bergerak agar kampus ini mampu menjadi rumah masa depan bagi generasi muda Indonesia Timur yang ingin tumbuh dalam ekosistem pendidikan modern, humanis, dan berdaya saing global,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Mansyur Ramly, yang juga merupakan Ketua Dewan Pertimbangan APTISI Pusat, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri merupakan fondasi utama dalam mempercepat kemajuan pendidikan tinggi nasional.
“UMI percaya bahwa masa depan pendidikan tinggi dibangun melalui kolaborasi, keberanian bertransformasi, dan kesungguhan menjaga mutu. Forum ini memperlihatkan bahwa perguruan tinggi swasta memiliki peran besar dalam menghadirkan perubahan nyata bagi Indonesia,” jelasnya.















