Fenomena Pakaian “Bling-Bling” Saat Pulang Haji, Jemaah Diminta Tetap Perhatikan Syariat

Ketua PPIH Embarkasi Makassar, H Ikbal Ismail. (dok. kemenhaj sulsel)

INFOKINI.ID, MAKASSAR – Fenomena jemaah haji perempuan asal Sulawesi Selatan yang mengenakan pakaian mencolok atau dikenal dengan istilah “bling-bling” saat tiba kembali di tanah air mendapat perhatian masyarakat setiap musim haji. Namun, tradisi tersebut dinilai sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Bugis-Makassar yang telah berlangsung sejak lama.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, H Ikbal Ismail, mengatakan mayoritas jemaah haji yang berangkat melalui Embarkasi Makassar merupakan perempuan, sehingga tradisi tersebut masih kerap terlihat saat kedatangan jemaah di Asrama Haji Sudiang Makassar.

“Berdasarkan data yang ada pada kami, sekitar 65 persen jemaah haji Embarkasi Makassar adalah perempuan. Budaya masyarakat kita, khususnya Bugis-Makassar, ketika pulang dari haji dan tiba di asrama haji, sebagian jemaah perempuan menggunakan pakaian bling-bling atau yang biasa disebut pakaian Batman,” ujar Ikbal.

Menurutnya, penggunaan pakaian tersebut merupakan ekspresi budaya yang telah mengakar di tengah masyarakat Sulawesi Selatan dan tidak bertentangan dengan ketentuan penyelenggaraan ibadah haji.

Ikbal menegaskan, pihak penyelenggara maupun otoritas haji tidak melarang jemaah menampilkan identitas budaya daerah melalui busana yang dikenakan saat kepulangan dari Tanah Suci.

“Kami tidak melarang. Silakan menampilkan diri dengan ciri khasnya. Itu bagian dari budaya masyarakat Sulawesi Selatan,” katanya.

Meski demikian, Ikbal mengingatkan agar para jemaah tetap memperhatikan ketentuan berpakaian sesuai syariat Islam.

Menurutnya, kebebasan mengekspresikan budaya harus tetap berjalan seiring dengan kewajiban menjaga aurat.

“Boleh menggunakan pakaian bling-bling atau pakaian Batman, tetapi leher dan bagian-bagian yang termasuk aurat harus tetap ditutup. Karena itu adalah aurat yang wajib dijaga,” tegasnya.

Tradisi mengenakan pakaian “bling-bling” saat kepulangan haji telah lama menjadi pemandangan khas di Sulawesi Selatan.

Busana dengan warna mencolok dan hiasan yang berkilau itu kerap dikenakan sebagai simbol rasa syukur setelah menunaikan ibadah haji serta menjadi bagian dari ekspresi budaya masyarakat setempat.

Kehadiran para jemaah dengan pakaian khas tersebut juga sering menarik perhatian keluarga dan masyarakat yang menyambut kedatangan mereka di Asrama Haji maupun di daerah asal masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *