INFOKINI.ID, GOWA– Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan, Adnan Purichta IYL, secara tegas resmi mengeluarkan Surat Keputusan Penetapan Status Quo Kepengurusan Kwarcab Gowa Masa Bakti 2024-2029.
Langkah drastis ini diambil langsung oleh Adnan, setelah gelombang mosi tidak percaya dan aspirasi masif menggoyang kepemimpinan Sitti Husniah Talenrang.
Berdasarkan SK Kwarda Sulsel Nomor 036 Tahun 2026 tertanggal 31 Agustus 2026, kepengurusan Husniah Talenrang resmi dibekukan sementara. Guna mengisi kekosongan tampuk pimpinan agar roda organisasi tidak lumpuh total, Kwarda Sulsel menunjuk Jamaris sebagai caretaker (pejabat sementara) Ketua Kwarcab Gowa yang akan didampingi oleh empat orang pengurus andalan lainnya.
Badai di tubuh Kwarcab Gowa sejatinya bukan tanpa sebab. Konflik ini mencuat akibat disharmonisasi akut yang terjadi antara Ketua Kwarcab Gowa (Sitti Husniah Talenrang) dengan jajaran Andalan Cabang serta Kwartir Ranting (Kwarran). Tekanan publik kian memuncak setelah 16 dari total 18 Kwarran se-Kabupaten Gowa secara kompak melayangkan mosi tidak percaya. Para pengurus ranting dari berbagai kecamatan ini kompak mendesak Kwarda Sulsel untuk segera turun tangan menyelamatkan marwah organisasi kepemudaan tersebut.
”Langkah Kwarda Sulsel sudah sangat tepat demi menyelamatkan eksistensi pembinaan generasi muda di Gowa. Ketua Kwarcab sebelumnya dinilai menghadapi kendala krusial, sehingga penyegaran sementara mutlak diperlukan agar program kerja tetap berjalan,” tegas Korwil I Kwarcab Gowa sekaligus Wakil Ketua DPRD Gowa, Hasrul Abdul Rajab.
Berdasarkan investigasi dan aspirasi tertulis yang dihimpun dari aliansi Pemerhati Pramuka se-Kabupaten Gowa, terdapat dua poin krusial yang mendasari dikeluarkannya status quo ini, yaitu adanya rangkap jabatan dalam struktur pembinaan kepramukaan yang dinilai melanggar fatsun organisasi dan memicu lumpuhnya komunikasi internal. Pengambilan keputusan status quo ini juga didasari blak-blakannya para Kwarran menyuarakan kekhawatiran serius atas merosotnya kualitas pembinaan Pramuka di Gowa akibat tensi politik dan manajerial yang kian memanas.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Adnan Purichta IYL menegaskan bahwa status quo ini diberlakukan semata-mata untuk menciptakan iklim organisasi yang sehat, kondusif, dan bebas dari gesekan berkepanjangan.
Jamaris selaku caretaker baru akan bersama empat anggota tim transisinya yaitu Yasser S. Wahab, Firdaus Azis, Hasni Bibbi, dan Andi Sungkuruwira Batara Unru. Mereka diberikan mandat penuh oleh Kwarda Sulsel untuk memegang kendali operasional Kwarcab Gowa selama dua bulan ke depan. Tugas utama tim caretaker ini adalah meredam turbulensi internal, memulihkan komunikasi antar Kwarran, hingga tuntas menggelar mekanisme organisasi guna melahirkan kepemimpinan definitif yang baru.(*)
















