INFOKINI.ID, MAKASSAR– Kota Makassar mencatatkan angka temuan kasus HIV-AIDS tertinggi di Sulawesi Selatan. Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan secara masif demi mendukung target Ending AIDS 2030.
Komitmen ini ditegaskan Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Travelers Phinisi, Makassar, Kamis (17/9/2026).
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rakor tersebut, temuan kasus HIV-AIDS di Sulawesi Selatan sepanjang Januari hingga Juli 2026 telah mencapai 963 kasus. Makassar menduduki urutan pertama dengan 445 kasus, disusul Kabupaten Gowa (74 kasus), Kota Palopo (38 kasus), Kabupaten Bulukumba (34 kasus), Jeneponto (27 kasus), Luwu Timur (23 kasus), dan Bantaeng (20 kasus).
Secara demografi, penularan didominasi oleh kelompok usia produktif. Usia 25–49 tahun menyumbang porsi terbesar hingga 58 persen, disusul kelompok remaja dan dewasa muda usia 15–24 tahun sebanyak 35 persen.
Menanggapi tingginya angka penemuan di wilayahnya, Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa penanganan HIV-AIDS tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan kerja keroyokan seluruh pemangku kepentingan.
“Upaya pencegahan HIV-AIDS tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor agar langkah pencegahan, edukasi, deteksi dini, hingga penanganan dapat berjalan secara optimal,” tegas Aliyah.
Ia menambahkan, Pemkot Makassar akan memfokuskan strategi pada langkah preventif dan promotif, terutama edukasi ke kelompok usia muda agar pemahaman terkait pencegahan makin tinggi tanpa menimbulkan stigma sosial di masyarakat.
“Angka ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Edukasi kepada masyarakat penting agar informasi yang benar mengenai HIV-AIDS dapat dipahami dengan baik dan tidak menimbulkan stigma. Pemkot Makassar siap bersinergi dengan Pemprov Sulsel dan seluruh pihak terkait,” lanjutnya.
Rakor yang dihadiri sekitar 100 peserta dari unsur jajaran Pemkab/Pemkot se-Sulsel, Dinas Kesehatan, Cabang Dinas Pendidikan, KPA, PMI, hingga LSM pemerhati HIV-AIDS ini diharapkan melahirkan aksi nyata di lapangan, bukan sekadar forum diskusi. Dalam agenda tersebut, Wakil Wali Kota Makassar turut didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Makassar, Ahmad Asy’ Arie.(*)
















