INFOKINI.ID, JAKARTA– Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf memberikan peringatan keras kepada seluruh Kepala Sekolah Rakyat agar menjunjung tinggi integritas dan tidak melakukan perilaku menyimpang. Kompas moral para pimpinan sekolah ditegaskan menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
Pesan tegas tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Gus Ipul dalam Rapat Dinas Kemensos yang digelar secara daring di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta. Menurutnya, segala bentuk tindakan menyimpang di lingkungan pendidikan cepat atau lambat pasti akan terbongkar.
“Para kepala sekolah, kompas moralnya harus dijaga. Jangan ada yang melakukan penyimpangan. Jika ada masalah dalam operasional, lebih baik segera disampaikan langsung kepada kami agar bisa dicarikan solusi bersama,” tegas Gus Ipul.
Memasuki tahun kedua penyelenggaraan Sekolah Rakyat, tantangan dan dinamika di lapangan diakui semakin kompleks. Perbaikan tata kelola serta penguatan moral Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi titik paling krusial yang terus dipenahi pemerintah.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Prof. Muhammad Nuh, menekankan pentingnya pemahaman mendalam mengenai karakter dan latar belakang para siswa. Menurutnya, persoalan yang dihadapi siswa Sekolah Rakyat tidak hanya sebatas akses pendidikan, tetapi juga mencakup aspek psikososial.
“Permasalahan siswa di Sekolah Rakyat tidak cukup diatasi hanya dengan memberikan akses sekolah. Ada persoalan psikososial yang butuh penanganan khusus, dan inilah yang menjadi keunikan Sekolah Rakyat,” jelas Prof. Nuh.
Prof. Nuh juga menargetkan agar keberhasilan Sekolah Rakyat ke depan dapat diukur menggunakan skema Social Return on Investment (SROI). Dengan pendekatan ini, efektivitas kebijakan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik dan Presiden, baik dari segi akademis maupun dampak sosialnya bagi anak-anak kurang mampu.(*)















