Aturan Baru BEI: Saham ‘Gocap’ Jebol ke Rp 1, GOTO hingga LPKR Langsung ARB

Foto: ilustrasi

INFOKINI.ID, JAKARTA– Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memberlakukan aturan baru terkait penghapusan batas minimum harga saham Rp 50 menjadi Rp 1 per lembar mulai Senin (28/9/2026). Kebijakan ini langsung memicu gejolak di pasar reguler, di mana sedikitnya 18 emiten tercatat langsung merosot ke bawah level gocap.

Data RTI Business mencatat, mayoritas saham terdampak langsung tersungkur hingga menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB) sebesar 14% pada hari pertama penerapannya. Tekanan ini tidak hanya menimpa emiten berkapitalisasi kecil, tetapi juga menyeret sejumlah perusahaan konglomerat dan saham populer di kalangan investor ritel.

PDAM

Raksasa ekosistem digital, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), menjadi salah satu yang paling disorot usai merosot 14% ke level Rp 43 per saham. Langkah serupa dialami emiten properti kesayangan ritel, PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA), yang juga terkoreksi ke harga Rp 43.

Deretan saham milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo pun tak luput dari pelemahan. PT Bank MNC International Tbk (BABP) dan PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) kompak terjun 14% menuju Rp 43. Saham perbankan dan properti ternama lain seperti PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) serta PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) turut berlabuh di harga Rp 43 per saham.

Aksi pelepasan saham-saham gocap ini berimbas langsung pada pergerakan pasar secara keseluruhan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam 1,51% atau tergerus 94,03 poin ke posisi 6.147 pada penutupan perdagangan Senin sore.

Menanggapi gejolak tersebut, Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa proses teknis pelaksanaan kebijakan baru ini berjalan lancar sejak sesi pre-opening hingga penutupan pasar.

“Seluruh proses kegiatan perdagangan berjalan baik. Penghapusan batas harga minimum Rp 50 ini sebenarnya tidak memberikan dampak negatif langsung secara fundamental terhadap IHSG, mengingat bobot saham-saham yang lama tertahan di level Rp 50 relatif kecil,” ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta Selatan.

Jeffrey menambahkan, fluktuasi harga yang terjadi merupakan respons alami pasar dalam mencari harga wajar (fair value). Saham yang selama bertahun-tahun membeku di level Rp 50 tanpa transaksi kini kembali menemukan mekanismenya melalui penyesuaian harga bertahap via auto-rejection.

Daftar 18 Saham yang Anjlok di Bawah Rp 50:

  1. GOTO – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk

  2. BABP – PT Bank MNC Internasional Tbk

  3. WMUU – PT Widodo Makmur Unggas Tbk

  4. NETV – PT MDTV Media Technologies Tbk

  5. BSBK – PT Wulandari Bangun Laksana Tbk

  6. REAL – PT Repower Asia Indonesia Tbk

  7. ATLA – PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk

  8. CPRO – PT Central Proteina Prima Tbk

  9. MDLN – PT Modernland Realty Tbk

  10. DADA – PT Diamond Citra Propertindo Tbk

  11. PNBS – PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk

  12. BCAP – PT MNC Kapital Indonesia Tbk

  13. MAXI – PT Maxindo Karya Anugerah Tbk

  14. HDIT – PT Hensel Davest Indonesia Tbk

  15. BBKP – PT Bank KB Indonesia Tbk

  16. KPIG – PT MNC Tourism Indonesia Tbk

  17. LPKR – PT Lippo Karawaci Tbk

  18. PADI – PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *