Munafri Imbau Masyarakat yang Akan Mudik untuk Melapor ke RT/RW

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat Safari Ramadan malam ke-25 di Masjid Darussalam Minasa Upa, Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini, Sabtu (14/3/2026). ()

INFOKINI.ID, MAKASSAR – Menjelang hari raya Idulfitri, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengimbau masyarakat yang akan mudik agar melapor kepada RT/RW setempat, terutama jika rumah ditinggalkan dalam keadaan kosong.

Ia juga meminta camat dan jajaran pemerintah wilayah memastikan pengaturan jadwal pengangkutan sampah berjalan dengan baik selama Ramadan, mengingat meningkatnya aktivitas masyarakat yang berdampak pada bertambahnya volume sampah.

Hal itu dikatakan Wali Kota saat menggelar Safari Ramadan malam ke-25 di Masjid Darussalam Minasa Upa, Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini, Sabtu (14/3/2026).

“Lewat kesempatan ini, saya mengajak kita semua untuk terus menjaga ketertiban, saling menghormati, serta menciptakan suasana kondusif terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan hingga Idulfitri,” kata Munafri.

Wali Kota menegaskan bahwa kegiatan Safari Ramadan menjadi sarana bagi pemerintah untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus memperkuat ukhuwah dalam membangun kota secara bersama-sama.

“Ini bagian dari silaturahmi kami Pemerintah dan masyarakat di tingkat kecamatan. Tentu, keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada dukungan masyarakat,” jelasnya.

Munafri menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Makassar terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui rangkaian Safari Ramadan yang digelar di seluruh kecamatan.

“Alhamdulillah saya bersama seluruh perangkat SKPD turun langsung ke masyarakat. Dari Subuh hingga malam hari kami terus melaksanakan Safari Ramadan di berbagai kecamatan,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa sebaik apa pun program yang disusun pemerintah tidak akan berjalan maksimal tanpa respons dan dukungan dari warga.

Lanjut dia, sehebat apa pun program yang dilaksanakan oleh pemerintah kota, rencana-rencana kegiatan yang diselenggarakan.

Kata dia, malau tidak direspons dengan baik dan tidak didukung oleh masyarakat, maka program itu tidak akan pernah berhasil seratus persen.

Sebaliknya, Munafri juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak bisa berjalan optimal jika hanya berangkat dari keinginan masyarakat tanpa koordinasi dengan pemerintah.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi, sinergi, dan komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat.

“Maka dari itu dibutuhkan kerja sama, kolaborasi, dan sinergi untuk bisa membangun bersama,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga harus berperan sebagai pusat penyelesaian persoalan sosial di lingkungan masyarakat serta menjadi tempat membina generasi Islami dan Qur’ani.

“Masjid harus menjadi sarana tempat penyelesaian persoalan sosial dan menjadi tempat mencetak generasi-generasi Islami, generasi Qur’ani yang akan menjadi dasar dari generasi Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Karena itu, ia mendorong agar masjid terus diperbaiki, diperindah, dijaga kebersihannya, serta dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, termasuk tempat belajar mengaji bagi anak-anak.

Selain itu, Munafri juga menekankan pentingnya peran RT/RW sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, Pemkot Makassar memaksimalkan sistem pemilihan langsung RT/RW agar tokoh yang terpilih benar-benar dikenal dan dipercaya warga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *