INFOKINI.ID, MAKASSAR – Sebuah kapal tenggelam di Laut Flores, sebelah selatan Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Rabu (15/7/2026). Hingga kini, Jumat (17/7/2026), sudah memasuki hari ketiga pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor Nurul Salsa yang belum ditemukan.
Sebelumnya, KM Nurul Salsa dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Polassi, Rabu (15/7/2026). Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 46 penumpang namun satu di antaranya meninggal dunia. Kini, tersisa 24 penumpang lainnya yang masih dicari.
Untuk mencari korban yang masih belum ditemukan, tim SAR memperluas area pencarian dengan mengerahkan kapal penyelamat dan pesawat patroli udara.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar mengatakan, operasi SAR hari ketiga diperkuat dengan pengerahan KN SAR Kamajaya serta pesawat Boeing B737-200 milik Lanud Sultan Hasanuddin.
”Kami menambah kekuatan SAR dengan mengerahkan KN SAR Kamajaya dan pesawat Boeing B737-200 dari Lanud Sultan Hasanuddin,” kata Arif di Makassar, Jumat (17/7/2026).
Dikatakannya, pembagian sektor pencarian dilakukan berdasarkan analisis Search and Rescue Planning (SARMAP) agar seluruh area yang berpotensi menjadi lokasi korban dapat disisir secara maksimal, baik dari laut maupun udara.
Operasi pencarian juga diperluas hingga 120 mil dengan personel dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).
“Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian hari ketiga. Sampai saat ini hasil pencarian masih nihil dan belum ada perkembangan,” ujar Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan kepada wartawan, Jumat (17/7/2026).
Dijelaskanya, SRU 1 menggunakan KRI Marlin-877 milik TNI Angkatan Laut untuk menyisir sektor pertama. Pencarian dilakukan dari Pelabuhan Jampea dengan luas area pencarian sekitar 102 mil laut persegi.
“SRU 1 menggunakan KRI Marlin-877 melakukan pencarian di sektor pertama dengan luas daerah pencarian sekitar 102 nautical mile persegi,” tuturnya.
Untuk SRU 2 menggunakan KN SAR Kamajaya milik Basarnas yang bergerak dari Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar pada pukul 18.35 Wita. Tim menyisir sektor kedua dengan cakupan area sekitar 90 mil laut persegi.
“SRU 2 menggunakan KN SAR Kamajaya bergerak dari Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar untuk menyisir sektor kedua dengan luas daerah pencarian sekitar 90 nautical mile persegi,” ujarnya.
Tim SAR juga mengerahkan SRU 3 yang menggunakan kapal nelayan untuk membantu pencarian di sekitar lokasi kejadian. Upaya pencarian juga telah dilakukan melalui jalur udara.
“Kemarin sudah dilakukan dengan pesawat intai milik TNI AU, tetapi hasilnya masih nihil,” sebut Sultan.















