Mengacu Literasi dan Rekam Jejak, Kapolresta Gowa Sebut Karaeng Kio Role Model Membangun Daerah

Kunjungan silaturrahmi Kapolresta Gowa KBP Muh Yusuf Usman ke kediaman H Abd Rauf Malaganni Kr Kio, Selasa (11/8/2026).

INFOKINI.ID, GOWA–  Di balik langkah pengamanan dan hiruk-pikuk dinamika wilayah, Kapolresta Gowa, Komisaris Besar Polisi (KBP) Muh Yusuf Usman mendatangi kediaman, H Abdul Rauf Malaganni Karaeng Kio. Dalam kedatangannya di kediaman Karaeng Kio, KBP Muh Yusuf yang didampingi sejumlah Kasat di jajaran Polresta Gowa diterima Karaeng Kio bersama keluarga, Selasa (11/8/2026) siang. Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Ketua 1 DPRD Gowa Hasrul Abdul Rajab, serta anggota DPRD dari Komisi II Muh Kasim Sila dan Komisi IV Abdul Razak.

Silaturrahmi dengan Karaeng Kio dianggap ​KBP Muh Yusuf Usman sebagai langkah strategis untuk membangun Gowa lebih baik. Kapolresta bahkan menyebut Karaeng Kio bukan sekadar sosok yang ditokohkan, melainkan sebuah role model dalam memajukan daerah. Rekam jejak dan keteladanan sang tokoh menjadi rujukan utama bagi kepemimpinan masa kini.

PDAM

“Saya selaku orang baru di sini, tentu mappatabe, kolu nuwun (yang artinya permisi). Dari informasi yang kami dapatkan, kemudian dari literatur-literatur yang kami baca, beliau salah satu sosok yang memang sangat berpengaruh. Dalam arti kata, beliau adalah putra daerah yang memang lahir besar di Kabupaten Gowa, kemudian punya jenjang karir dari nol, dari bawah, dengan jalur birokrasi yang luar biasa. Dan ini merupakan pengalaman luar biasa yang harus kami ambil, yang kami harus contoh, sebagai figur yang betul-betul bisa jadi role model bagi kita untuk membangun Gowa yang lebih baik,” ujar Muh Yusuf, saat ditemui di silaturrahminya yang berdurasi sekitar 2 jam.

​Wawasan luas yang dimiliki oleh sang role model birokrasi ini dijadikan bahan bakar strategis untuk merumuskan kebijakan kepolisian yang inklusif, membumi, dan selaras dengan kultur masyarakat setempat.

Dalam pertemuan hangat tersebut, KBP Muh Yusuf Usman turut membeberkan pergeseran paradigma fundamental dalam tubuh Polri di bawah kepemimpinannya. Ia menolak pendekatan seremonial yang kaku dan berjarak dengan rakyat.

“Perspektif saya, polisi tidak perlu dicintai, tapi harus dibutuhkan oleh masyarakat. Kami hadir bukan untuk pencitraan, melainkan untuk memberikan solusi nyata. Bukan untuk dicintai tetapi sebagai polisi yang dibutuhkan,” tegasnya tajam.

KBP Muh Yusuf juga membeberkan
​13 program unggulan berbasis lapangan. Salah satunya program strategis yang langsung menyasar akar rumput, yaitu. Safari Subuh. ” Dalam safari subuh, kami turun langsung bersama seluruh PJU dan Kapolsek untuk lebih mendekatkan curahan-curahan hati dari masyarakat. Kami mendengarkan di subuh maupun di pagi hari, dalam situasi yang tidak formil, namun inti atau substansi dari kegiatan tersebut kita bisa dapatkan. Inilah beberapa upaya yang nanti ke depan, juga tentunya perlu kolaborasi dengan seluruh stakeholder, dengan seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat. InsyaAllah kita menciptakan Gowa yang lebih aman, lebih nyaman, lebih tenteram ke depan,” paparnya.

Melalui program ini, Kapolresta bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) hingga tingkat Kapolsek menanggalkan sekat formalitas. Mereka turun langsung menyapa warga, mendengarkan curahan hati (curhat) masyarakat secara terbuka di masjid-masjid dan ruang publik.

Menurutnya, keamanan tidak akan tercipta hanya dengan patroli dan penegakan hukum semata, tetapi membutuhkan legitimasi kultural. Untuk mewujudkan hal ini. Polres Gowa mengandalkan pendekatan makro dan mikro secara simultan. Disinggungnya pula filsafat Sipakalebbi, yaitu budaya saling menghargai dan menghormati yang harus dijunjung tinggi dalam menjaga stabilitas sosial.

Tak hanya itu, keberhasilan membawa Gowa lebih baik, disebutkannya juga tak lepas dari dari kekompakan bersama Forkopimda. KBP Muh Yusuf Usman memastikan bahwa jajaran kepolisian kini berada dalam satu frekuensi dan satu arah bersama Forkopimda. “Kemarin kami sudah berkunjung ke Forkopimda dan Insyaa Allah kami satu satu jalur, satu arah untuk membangun Kabupaten Gowa yang lebih baik,” kuncinya.

Sementara itu, terkait kunjungan silaturrahmi Kapolresta Gowa, Abdul Rauf Kr Kio menyebutkan, sebagai orang yang lahir dan dibesarkan di tanah Gowa, tanah yang sarat dengan nilai-nilai sejarah kepahlawanan dan kebersamaan, tentu berharap yang terbaik untuk Kabupaten Gowa.

“Saya berharap silaturahmi ini semakin mempererat sinergi antara jajaran Polresta Gowa dengan para tokoh adat, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen yang ada di Gowa. Keamanan tidak akan tercipta hanya dari tangan penegak hukum semata, melainkan lahir dari kepedulian bersama seluruh masyarakat. Gowa dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi adat istiadat dan kedamaian. Besar harapan saya agar Polresta Gowa terus berdiri di garis terdepan dalam merawat kondusifitas wilayah, sehingga masyarakat kita dapat beraktivitas, bekerja, dan membangun masa depan dengan rasa aman, tenang, dan tenteram. Mari kita terus saling mengingatkan dan menghormati (sipakatau dan sipakainge). Sehingga segala potensi kerawanan sosial di tengah masyarakat dapat dicegah lebih dini melalui pendekatan persuasif, dialog, dan kearifan lokal yang kita miliki,” tutupnya Karaeng Kio yang kini menahkodai PMI Kabupaten Gowa.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *