Sering Diangkat Saat Sakit, Ini 5 Organ Tubuh yang Manusia Bisa Tetap Hidup Tanpanya

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

INFOKINI.ID, JAKARTA– Tubuh manusia dirancang dengan sistem biologis yang sangat kompleks. Namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa organ tubuh yang ternyata bisa diangkat tanpa menghentikan kelangsungan hidup seseorang?

Laporan Harvard Health Publishing mengungkapkan beberapa organ yang kerap dioperasi atau diangkat akibat peradangan maupun infeksi, namun fungsi tubuh tetap dapat berjalan normal setelahnya.

PDAM

Berikut 5 organ tubuh yang tetap memungkinkan manusia untuk hidup meski telah diangkat:

  • Usus Buntu (Apendiks): Berukuran sebesar jari kelingking di bagian kanan bawah usus besar. Jika mengalami penyumbatan, infeksi, atau peradangan (apendisitis), usus buntu dapat diangkat melalui prosedur apendektomi tanpa mengganggu fungsi pencernaan secara drastis.

  • Amandel (Tonsil): Kelenjar getah bening di belakang tenggorokan ini bertugas menangkap bakteri dan virus. Pengangkatan amandel (tonsilektomi) biasanya dilakukan pada kasus infeksi bakteri berulang. Setelah diangkat, fungsinya akan diambil alih oleh jaringan limfoid lain dalam tubuh.

  • Adenoid: Terletak di bagian belakang hidung dekat tenggorokan. Memiliki fungsi serupa amandel, adenoid kerap diangkat bersamaan dengan amandel (tonsilektomi dan adenoidektomi) jika mengalami pembengkakan.

  • Kantung Empedu: Berfungsi menyimpan cairan empedu dari hati untuk mencerna lemak. Organ ini sering diangkat (kolesistektomi) jika terjadi kolesistitis akibat batu empedu atau infeksi.

  • Limpa: Menyaring darah dan membuang sel abnormal. Jika limpa terlalu aktif menghancurkan sel sehat, seperti pada penderita idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP), operasi pengangkatan (splenektomi) bisa jadi pilihan medis. Pasien tanpa limpa biasanya disarankan menjalani vaksinasi khusus karena risiko infeksinya menjadi lebih tinggi.

Meski organ-organ tersebut dapat diangkat, dokter spesialis reumatologi Harvard, Robert H. Shmerling, MD, menegaskan bahwa prosedur pengangkatan senantiasa didasarkan pada pertimbangan medis yang ketat demi menjaga keselamatan pasien.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *