INFOKINI.ID, JAKARTA– Belakangan ini media sosial diramaikan oleh tren mengunyah jahe mentah secara langsung yang diklaim ampuh menolak dan meredakan flu. Namun, alih-alih makin sehat, kebiasaan ekstrem ini justru menyimpan risiko kesehatan yang berbahaya bagi pencernaan.
Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, Sp.GK, menegaskan bahwa jahe memang kaya akan kandungan antioksidan dan antiinflamasi yang efektif meredakan radang tenggorokan serta menghangatkan tubuh saat gejala awal flu muncul. Meski demikian, jahe bukanlah obat ajaib pembunuh virus secara instan.
“Jahe memang bagus banget buat meredakan radang tenggorokan dan menghangatkan tubuh saat gejala awal flu. Tapi, jahe bukan obat pembunuh virus flu secara instan,” tegas dr. Yaze.
Tren mengunyah jahe mentah, terutama jika dilakukan saat perut kosong sangat tidak dianjurkan. Sifat perih dan tajam dari kandungan senyawa aktif jahe mentah dapat memicu masalah serius pada lambung. Efek samping yang kerap muncul akibat kebiasaan ini antara lain:
-
Iritasi Lambung: Memicu rasa perih dan tidak nyaman di dada atau perut bagian atas.
-
Sensasi Heartburn: Rasa panas terbakar di area dada.
-
Kambuhnya GERD: Mendorong asam lambung naik kembali ke kerongkongan.
Agar mendapatkan manfaat nutrisi secara maksimal tanpa merusak organ pencernaan, dr. Yaze menyarankan untuk mengolah jahe dengan cara yang lebih lembut. “Cara terbaik cukup geprek jahe dan diseduh dengan air hangat. Bisa ditambah madu ataupun lemon,” jelasnya.
Pencegahan flu yang efektif tetap memerlukan kombinasi pola hidup sehat, seperti pemenuhan gizi seimbang, olahraga teratur, serta istirahat yang cukup. Bagi masyarakat yang ingin mendalami informasi seputar pola makan dan gizi, dr. Igus Ulfa Yaze, Sp.GK, juga akan membagikan edukasi kesehatan interaktif melalui Live TikTok bertema ‘Porsi vs Kalori’.(*)
















