Pelindo Regional 4 Genjot Keamanan Pelabuhan, Gelar Pelatihan dan Sertifikasi PFSO di Makassar

Foto:ist

INFOKINI.ID, MAKASSAR– PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 4 terus bergerak aktif memperketat dan memperkuat standar keamanan di seluruh fasilitas pelabuhan wilayah kerjanya. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pembukaan Pelatihan Kompetensi dan Sertifikasi Port Facility Security Officer (PFSO) yang berlangsung selama tiga hari di Kantor Pelindo Regional 4, Makassar, mulai Senin (14/9/2026).

Kegiatan yang menggandeng Recognized Security Organization (RSO) PT Jape Kape Indonesia ini diikuti oleh 16 peserta terpilih. Mereka terdiri atas 14 pejabat struktural dari berbagai cabang Pelindo Regional 4 serta dua staf operasional anak perusahaan di wilayah setempat.

PDAM

Kepala Subdirektorat Pengamanan Kementerian Perhubungan, Yuserizal, menegaskan bahwa kehadiran personel PFSO yang tersertifikasi merupakan modal utama dalam menjamin konsistensi penerapan International Ship and Port Facility Security Code (ISPS Code) di pelabuhan.

“PFSO memiliki peran strategis untuk memastikan seluruh prosedur dilaksanakan secara disiplin, terukur, dan sesuai ketentuan. Peserta tidak hanya dituntut paham regulasi, tetapi juga harus mampu mengidentifikasi ancaman, melakukan penilaian risiko, hingga memimpin penanganan saat terjadi gangguan,” ujar Yuserizal.

Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan RSO PT Jape Kape Indonesia, Jhony Algamar, menjelaskan bahwa kurikulum pelatihan dirancang secara komprehensif dengan memadukan aspek regulasi dan operasional teknis di lapangan.

“Peserta kami dibekali kemampuan mengenali ancaman, menyusun mitigasi, mengelola komunikasi darurat, hingga mengevaluasi sistem keamanan. Ujian sertifikasi ini memastikan setiap personel benar-benar memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan,” jelas Jhony.

Sementara itu, Manager HSSE Pelindo Regional 4, Rosfajrin Latuconsina, menyoroti pentingnya penataan sistem keamanan yang adaptif mengingat karakteristik operasional pelabuhan di kawasan timur Indonesia sangat beragam.

“Peningkatan kompetensi PFSO ini adalah bentuk komitmen kami untuk menciptakan operasional pelabuhan yang aman, tertib, dan berkelanjutan. Keamanan fasilitas pelabuhan yang tangguh secara langsung mendukung kelancaran arus kapal, barang, dan penumpang di wilayah Regional 4,” pungkas Rosfajrin.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *