INFOKINI.ID, JAKARTA– PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan kinerja keuangan yang cemerlang sepanjang semester I 2026. BUMN tambang logam mulia ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp6,9 triliun, melonjak 34 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan laba ini melampaui pertumbuhan pendapatan perseroan yang naik 6 persen menjadi Rp62,7 triliun. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTM, Arini Kasmira, mengungkapkan penguatan profitabilitas ditopang oleh kenaikan net profit margin (NPM) yang melesat ke level 11 persen dari sebelumnya 8,7 persen.
“Secara empiris kita bisa lihat adanya penguatan fundamental profitabilitas dalam 2 tahun terakhir,” ujar Arini dalam Public Expose ANTAM, Senin (14/9/2026).
Menjaga arus kas tetap sehat, ANTM berfokus pada efisiensi biaya operasional (cash cost), logistik, shipping, hingga modal kerja. Perseroan juga menyiapkan belanja modal (capex) jumbo sekitar Rp6 triliun pada 2026 yang bakal dialokasikan secara bertahap.
Terdapat tiga megaproyek strategis yang kini dipacu oleh ANTM:
-
Pabrik Logam Mulia Gresik: Fasilitas manufaktur berkapasitas 30 ton emas per tahun, ditargetkan beroperasi komersial pada 2028.
-
Proyek HPAL Buli (Halmahera Timur): ANTM memegang 30 persen saham dalam konsorsium CBL untuk fasilitas HPAL senilai 1,9 miliar Dolar AS berkapasitas 55.000–60.000 ton MHP per tahun (memasuki tahap FID).
-
Proyek RKEF Buli: Kepemilikan 40 persen saham pada proyek senilai 1,4 miliar Dolar AS yang mencakup 8 lini RKEF dengan kapasitas 88.000 ton NPI per tahun hingga 2027.(*)
















