INFOKINI.ID, MAKASSAR– Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, memastikan kondisi antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Kabupaten Gowa mulai berangsur lancar. Kepastian ini disampaikan usai menghadiri Rapat Monitoring dan Evaluasi Penyaluran BBM Bersubsidi se-Sulsel di Baruga Asta Cita, Makassar, Senin (14/9/2026).
Husniah mengungkapkan bahwa kelangkaan dan kepadatan ekstrem yang sempat melumpuhkan aktivitas warga di SPBU wilayah Gowa selama beberapa hari terakhir kini mulai terurai seiring perbaikan alokasi pasokan.
“Alhamdulillah kuotanya sudah bagus, dan di Kabupaten Gowa per hari ini sudah mulai lancar. Meskipun memang masih ada sedikit penumpukan, kondisinya tidak separah beberapa hari terakhir yang sangat padat,” tegas Husniah.
Kendati situasi mulai membaik, Pemkab Gowa mendesak agar skema pengawasan distribusi BBM bersubsidi, baik Pertalite maupun Biosolar diperketat hingga ke tingkat pengecer. Husniah meminta pemerintah pusat dan Pertamina dapat menyeimbangkan pergerakan kuota subsidi dan nonsubsidi sesuai kebutuhan riil masyarakat di daerah.
“Harapan kami subsidi bisa dijalankan sebagaimana mestinya dan tepat sasaran. Pemerintah perlu terus mengatur pergerakan kebutuhan BBM serta menyesuaikannya dengan kebutuhan masyarakat di lapangan,” tambahnya.
Langkah pemulihan di Gowa ini juga ditopang oleh kebijakan darurat Pemprov Sulsel yang menerapkan aturan pembatasan teknis pada 13–20 September 2026, meliputi sistem ganjil-genap nomor kendaraan, pengalihan jam isi BBM truk ke malam hari, hingga pembatasan pengisian khusus bagi kendaraan dengan indikator sisa satu bar.
Selain itu, usulan penambahan kuota sebesar 30 persen ke BPH Migas diharapkan dapat menuntaskan persoalan antrean BBM di Kabupaten Gowa secara permanen.(*)















