INFOKINI.ID, GOWA– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus memerangi stunting. Sebagai langkah nyata, Wakil Bupati Gowa sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gowa, Darmawangsyah Muin, turun langsung menyalurkan 200 paket makanan bergizi di Aula Kantor Kecamatan Bajeng, Selasa (2/6).
Menariknya, aksi sosial yang menyasar keluarga berisiko stunting, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita ini tidak menggunakan dana taktis kedinasan, melainkan bersumber langsung dari kantong dan gaji pribadi Darmawangsyah bersama keluarga.
“Saya menyisihkan sebagian gaji pribadi untuk mendukung program ini. Ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap masa depan generasi Kabupaten Gowa,” tegas Darmawangsyah di sela-sela penyaluran bantuan.
Kecamatan Bajeng dipilih sebagai lokasi perdana dari program kolaboratif bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Gowa ini. Darmawangsyah menegaskan kehadiran dirinya adalah untuk memastikan intervensi gizi berjalan masif hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Langkah ini juga menjadi bentuk keselarasan program daerah dengan visi Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menaruh perhatian besar pada pemenuhan gizi sejak dini. Ke depan, Pemkab Gowa berkomitmen memperkuat program ini dengan menyasar sedikitnya 200 kepala keluarga di setiap kecamatan melalui integrasi APBD Kabupaten, Provinsi, Pusat, serta optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia juga mengapresiasi sinergi luar biasa dari berbagai elemen, mulai dari TP PKK, penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga (TPK), hingga tenaga kesehatan.
Kepala UPT PPKB Kecamatan Bajeng, Hj Masnaeni, memaparkan bahwa seluruh bantuan telah melalui proses verifikasi ketat agar tepat sasaran. Dari total 200 paket gizi yang berisi telur, susu, vitamin, dan bahan pokok tersebut, distribusinya diperuntukkan bagi 34 orang ibu hamil,
30 orang ibu menyusui, dan 136 orang balita.
Selain menyalurkan bantuan paket, Masnaeni melaporkan bahwa Kecamatan Bajeng kini telah mengoperasikan 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif melayani kelompok prioritas 3B (Ibu hamil, Ibu menyusui, dan balita). Sementara satu SPPG lainnya masih dalam tahap survei.
“Saat ini prevalensi stunting di Kecamatan Bajeng berada di angka 13 persen. Kami sangat berterima kasih atas perhatian luar biasa dan bantuan langsung dari Bapak Wakil Bupati,” ungkap Masnaeni.
Aksi nyata di lapangan ini melengkapi kebahagiaan Pemkab Gowa yang baru saja dinobatkan sebagai Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting oleh Kementerian Dalam Negeri.
Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, dalam acara nasional di Kendari, Sulawesi Tenggara, belum lama ini.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja keras bersama. Namun, capaian ini tidak boleh membuat kita terlena. Ini harus jadi motivasi untuk bekerja lebih keras lagi agar angka stunting di Gowa terus turun,” pungkas Darmawangsyah.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Komisi E DPRD Provinsi Sulsel Andi Tenri Indah, jajaran kepala dinas Pemkab Gowa, unsur Forkopimda Kecamatan Bajeng, anggota DPRD Kabupaten Gowa, para kepala desa/lurah, serta tokoh masyarakat setempat.(*)















