Anggota DPR Muzakkir Aqil Jadi Plt Ketua Demokrat Makassar Gantikan Aliyah Mustika Ilham

Ilustrasi bendera Partai Demokrat. (int)

INFOKINI.ID, MAKASSAR – Pucuk pimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) II Partai Demokrat Kota Makassar berganti. DPP Partai Demokrat telah menunjuk Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Andi Muzakkir Aqil sebagai Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar, menggantikan Aliyah Mustika Ilham.

Penunjukan Muzakkir ditandai dengan penyerahan surat keputusan (SK) dari DPP oleh Sekretaris Jenderal DPP Demokrat, Herman Khaeron kepada Muzakkir, di Trans Hotel Cibubur, pada Sabtu (25/7/2026) pekan lalu.

PDAM

Penyerahan SK Plt Ketua Demokrat Makassar kepada Muzakkir diberikan pada sela-sela agenda Commanders Call DPP Partai Demokrat.

Muzakkir yang merupakan Anggota DPR RI dari Dapil II Sulsel itu menggantikan Aliyah Mustika Ilham yang telah mundur dari Partai Demokrat.

Penunjukkan Muzakkir sebagai Plt Ketua Demokrat Makassar dibenarkan oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Sulawesi Selatan, Andi Januar Jaury Dharwis.

“Saya menghormati keputusan DPP Partai Demokrat yang telah menunjuk Bapak Andi Muzakkir Aqil sebagai Plt Ketua DPC Kota Makassar. Bagi saya, penugasan ini hendaknya dimaknai bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi sebagai momentum revitalisasi organisasi hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan,” kata Januar, Senin (27/7/2026).

Januar mengatakan, di tengah persaingan politik yang semakin kompetitif, kekuatan partai tidak cukup hanya bertumpu pada figur, tetapi juga pada kualitas struktur, kaderisasi, dan kemampuan melahirkan gagasan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Saya optimistis amanah ini dapat menjadi awal penguatan Partai Demokrat di Kota Makassar,” ujarnya.

Januar berharap, semangat revitalisasi tidak hanya stagnan di Demokrat Makassar. Katanya, Demokrat Sulsel punya banyak kader yang berpengalaman dan kompeten.

“Karena itu, saya berharap setiap proses regenerasi kepemimpinan ke depan benar-benar menjadi ruang kompetisi yang sehat, objektif, dan memberi kesempatan yang setara bagi seluruh kader terbaik untuk mengabdi kepada partai,” jelasnya.

“Partai politik yang kuat bukanlah partai yang bergantung pada satu tokoh, melainkan partai yang mampu melahirkan tokoh-tokoh baru melalui sistem organisasi yang sehat dan demokratis,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *