INFOKINI.ID, BONE– Guna mengantisipasi potensi bahaya kebakaran di tengah ancaman kemarau panjang, prajurit Yonarmed 21/Kawali menggelar latihan pemadaman kebakaran bersama Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bone di Asrama Yonarmed 21/Kawali, Rabu (9/9/2026). Sinergitas ini, merupakan bagian dari upaya mempererat koordinasi taktis operasional antara prajurit TNI AD dan unit pemadam kebakaran daerah dalam manajemen bencana daerah.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.30 WITA ini dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Armed 21/Kawali, Letkol Arm Rianto Hartomo, S.Sos., serta Kepala Bidang Sarana Unit Damkar Kabupaten Bone, Pamiluddin. Latihan taktis ini melibatkan 49 personel Yonarmed 21/Kawali dan 5 personel Damkar Bone.
Rangkaian pembekalan diawali dengan pengarahan teknis mengenai kualifikasi jenis kebakaran dan pengenalan alutsista pemadaman. Para prajurit tidak hanya menerima teori, tetapi juga menerjunkan personel untuk mempraktikkan demonstrasi penggunaan sarana pemadam, penyedotan air di Mata Air Jompie menggunakan armada Damkar Yonarmed, hingga simulasi pemadaman api lapangan dengan teknik cooling (pendinginan suhu).
Danyonarmed 21/Kawali, Letkol Arm Rianto Hartomo, S.Sos., menegaskan bahwa latihan kolaboratif ini bertujuan mendasar untuk membekali prajurit agar mahir mengoperasikan dua unit mobil Damkar milik satuan secara mandiri dan terukur.
“Latihan ini menjadi tambahan bekal pengetahuan bagi prajurit di luar kemampuan kemiliteran. Harapan kita, prajurit mampu mengambil langkah cepat dan tepat jika terjadi kebakaran di area sekitar satuan atau wilayah yang lebih dekat dijangkau oleh Yonarmed 21/Kawali sebelum tim Damkar tiba,” ujar Letkol Arm Rianto Hartomo.
Sementara itu, Kabid Sarana Damkar Kabupaten Bone, Pamiluddin, mengapresiasi sinergitas yang terjalin. Menurutnya, kolaborasi ini membuktikan kesiapsiagaan lintas instansi dalam merespon potensi bencana di wilayah Kabupaten Bone.
Latihan bersama ini membawa dampak strategis dan tujuan konkret bagi peningkatan kapasitas personel Yonarmed 21/Kawali. Melalui latihan ini, prajurit akan memiliki keterampilan teknis penuh dalam mengoperasikan 2 unit mobil damkar satuan serta peralatan pendukungnya secara efektif. Latihan ini juga menjadi upaya pertolongan pertama kebakaran (First Responder), memangkas waktu penanganan kebakaran pada titik-titik yang secara geografis lebih dekat ke Markas Yonarmed 21/Kawali dibanding Pos Damkar Kabupaten Bone.
Pelatihan ini juga sekaligus merupakan mitigasi risiko kemarau panjang, melalui kesiapsiagaan tanggap darurat yang tinggi di lingkungan asrama maupun permukiman warga sekitar untuk mengantisipasi musibah kebakaran serta mengedukasi prajurit dengan teknik cooling agar mampu memadamkan api secara cepat, tepat, dan aman demi meminimalisir risiko korban jiwa serta kerugian material.(*)
















