INFOKINI.ID, JAKARTA– Serangan jantung tidak selalu datang dengan peringatan klasik berupa nyeri dada hebat yang mencengkeram. Dalam kondisi tertentu yang dikenal sebagai silent heart attack atau serangan jantung diam-diam, kerusakan pada jantung justru terjadi tanpa gejala khas, sehingga penderitanya sering kali tidak menyadari bahwa mereka tengah mengalami serangan jantung.
Menurut spesialis jantung dan pembuluh darah, Robert Greenfield MD, kondisi berbahaya ini terkadang baru terdeteksi setelah seseorang mengalami serangan jantung susulan dan hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya riwayat kerusakan jantung di masa lalu. Bahkan, silent heart attack bisa terjadi saat seseorang sedang tidur, di mana mereka mungkin terbangun karena merasa tidak nyaman namun keliru mengiranya sebagai mimpi buruk atau gangguan tidur biasa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Prevention, terdapat sejumlah gejala samar yang patut diwaspadai agar tidak kecolongan:
-
Sesak Napas: Bisa muncul secara tiba-tiba saat melakukan aktivitas ringan atau bahkan ketika sedang beristirahat, karena jantung dan paru-paru harus bekerja ekstra untuk memastikan kecukupan oksigen tubuh.
-
Jantung Berdebar: Jantung berupaya mengimbangi gangguan dengan memompa lebih cepat, sehingga detaknya terasa lebih kencang, keras, atau tidak teratur.
-
Lemas atau Kelelahan Ekstrem: Tubuh mendadak terasa sangat berat dan kehilangan tenaga hingga menjalar ke bagian lengan dan kaki.
-
Mual dan Gangguan Pencernaan: Keluhan seperti mual, kram perut, atau gangguan pencernaan mendadak yang kerap disalahartikan sebagai masalah lambung biasa.
-
Nyeri Tubuh di Area Tak Terduga: Rasa sakit atau pegal mirip gejala flu yang muncul pada punggung bagian atas, lengan, atau rahang.
-
Perasaan “Tidak Enak Badan” Secara Umum: Perasaan sepele seperti ada sesuatu yang tidak beres pada tubuh, terutama jika disertai sesak atau jantung berdebar.
Secara umum, faktor pemicu silent heart attack serupa dengan serangan jantung konvensional, yakni tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, kebiasaan merokok, stres berlebihan, penggunaan zat tertentu, hingga faktor riwayat keturunan.
Mengingat gejalanya yang sangat samar dan sering mengecoh, mengenali setiap perubahan sekecil apa pun pada tubuh serta segera mencari pertolongan medis ketika keluhan mengkhawatirkan muncul menjadi kunci penyelamatan nyawa yang sangat krusial.(*)
















