INFOKINI.ID, JAKARTA– Suasana mencekam mewarnai detik-detik terbaliknya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, rute Surabaya–Banjarmasin. Salah seorang korban selamat, Ahmad Saudi, mengisahkan kepanikan luar biasa saat ratusan penumpang berusaha menyelamatkan diri di tengah kegelapan malam tanpa adanya sinyal peringatan dari pihak kapal.
Ahmad menceritakan, insiden bermula saat kapal berpenumpang 243 orang tersebut terus dihantam ombak besar dari berbagai arah. Kemiringan kapal terjadi sangat cepat yang diduga akibat pergeseran beban truk-truk di sisi kiri kapal.
“Saya tidurnya di dekat kabin, di sofa karena kamar penuh. Kapal mulai miring, kita pegangan dulu. Abis itu langsung naik ke ujung kapal. Tapi yang di kamar-kamar ekonomi, ibu-ibu dan anak-anak mungkin nggak sempat keluar karena kapal miringnya cepat sekali dan alarm pemberitahuan pun sama sekali nggak ada,” ujar Ahmad saat tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Minggu (13/9/2026).
KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.05 WITA di kisaran Pulau Masalembu, sekitar 86 nautical mile (NM) dari Pelabuhan Trisakti. Pantauan udara dari Humas Polri memperlihatkan kondisi fisik kapal yang sudah terbalik total dan nyaris tenggelam sepenuhnya di tengah lautan.
Tim gabungan Basarnas bersama armada kapal melintas bergerak cepat melancarkan aksi penyelamatan di lokasi yang berjarak 5 jam perjalanan dari Dermaga SAR Basirih Banjarmasin.
Hingga data terbaru dihimpun, sebanyak 153 orang berhasil dievakuasi oleh kapal-kapal penolong di sekitar lokasi:
-
Kapal MV Haida: 69 orang selamat
-
Kapal KM Cahaya Bahari: 62 orang selamat
-
Kapal TB Mauhan: 14 orang selamat, 1 orang luka berat, 1 orang meninggal dunia
-
Kapal TB TCP: 1 orang selamat, 5 orang meninggal dunia
Hingga saat ini, tercatat 6 korban jiwa telah dikonfirmasi meninggal dunia, sementara tim SAR gabungan terus menyisir lokasi perairan untuk mencari puluhan penumpang lain yang masih dinyatakan hilang.(*)
















