DAERAH  

Sidak SPBU di Gowa, Polisi Temukan Pasokan BBM Dipangkas Separuh hingga Aksi Panic Buying

Sidak di SPBU yang mengungkap alasan terjadinya antrian yang tak kunjung habis.(Foto:ist)

INFOKINI.ID, GOWA– Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax meneror warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dalam dua hingga tiga pekan terakhir. Krisis pasokan ini memicu antrean kendaraan yang mengular panjang di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) hingga melumpuhkan aktivitas harian warga.

Dampak kelangkaan BBM ini dirasakan langsung oleh Sunarti, seorang warga setempat. Ia mengaku frustrasi setelah berputar-putar mencari bensin yang hilang dari pasaran, mulai dari tingkat penjual eceran hingga SPBU.

PDAM

Nahas bagi Sunarti, sepeda motornya mogok kehabisan bensin saat hendak mengantar sang buah hati. Akibat tak kunjung mendapatkan BBM, anaknya terpaksa bolos sekolah.

“Mulai dari penjual bensin eceran sampai ke SPBU, stok Pertalite dan Pertamax kosong. Terpaksa anak saya tidak masuk sekolah, bagaimana mau jalan kalau motor sudah tidak bisa menyala karena habis bensinnya,” keluh Sunarti pasrah.

Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan perburuan BBM oleh warga dipicu oleh pemangkasan kuota pengiriman dari pihak pemasok ke SPBU. Hal ini diungkap Pengawas SPBU 74.901.05 Jalan Agus Salim, Irwan.  Dibeberkannya, bahwa pasokan BBM yang diterima pihaknya merosot tajam hingga 50 persen dari volume pemesanan normal.

“Kami pesan 16 kiloliter (KL), tapi cuma dikirim 8 KL. Pengurangan pasokan ini sudah berlangsung dua sampai tiga minggu. Kedatangan pasokan berikutnya juga tidak pasti, paling cepat baru ada lagi jam tiga subuh,” ungkap Irwan.

Kondisi pasokan yang tersendat ini direspons warga dengan panic buying atau aksi borong BBM karena khawatir kehabisan stok. Fenomena ini memicu antrean kendaraan roda dua dan roda empat meluber hingga ke badan jalan.

Menanggapi krisis ini, Unit Tipidter Satreskrim Polresta Gowa menyisir sejumlah titik penyalur BBM, termasuk enam SPBU di wilayah Kecamatan Somba Opu, untuk mengantisipasi potensi penimbunan dan praktik pelansiran ilegal.

Kasubnit 2 Unit Tipiter Satreskrim Polresta Gowa, IPDA Muhammad Nur, membenarkan adanya kesenjangan ekstrem antara tingkat permintaan masyarakat yang melonjak dan ketersediaan stok di SPBU.

“Dari hasil pemantauan, kami menemukan daya beli masyarakat meningkat drastis yang mengarah pada panic buying. Di sisi lain, memang terjadi pengurangan pasokan dari pihak pengelola. SPBU minta 16 KL, tapi yang terealisasi hanya 8 KL,” jelas IPDA Muhammad Nur.

Kepolisian menegaskan bakal menindak tegas pihak-pihak yang memanfaatkan situasi sulit ini untuk mengambil keuntungan pribadi melalui praktik spekulasi. “Kami terus melakukan pemantauan ketat. Bilamana ditemukan kendaraan yang teridentifikasi melakukan pelansiran atau penimbunan BBM, pasti langsung kami tindak tegas,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *