INFOKINI.ID, MAKASSAR– Atmosfer tegang dan penuh kepanikan menyelimuti para penonton di Makassar, saat menghadiri agenda nonton duluan film ‘Memburu Pemangsa’ pada Jumat (19/9/2026). Film bergenre gabungan horror-crime-action karya sutradara Umay Shahab ini sukses memaku perhatian publik lewat jalan cerita yang sarat tensi tinggi dan pesan moral.
Makassar menjadi satu dari tujuh kota beruntung di Indonesia, bersama Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, Yogyakarta, dan Medan, yang mendapatkan akses penayangan terbatas sebelum film produksi Sinemaku Pictures ini resmi mengudara di seluruh bioskop Tanah Air pada 24 September 2026. Antusiasme penonton pun melonjak tajam hingga membuat tiket pemutaran perdana ini nyaris ludes terjual di berbagai lokasi.
Film ini berfokus pada tragedi mengerikan hilangnya tujuh anak secara misterius di satu wilayah yang sama. Ketegangan memuncak ketika empat di antara mereka ditemukan dalam kondisi tewas termutilasi, sementara waktu kian menipis untuk menyelamatkan korban penculikan berikutnya.
Kondisi genting tersebut memicu aksi keberanian Agnes (Laura Basuki), Pemimpin Redaksi Daily Wave News, bersama tiga jurnalis perempuan lainnya yaitu Cia (Prilly Latuconsina), Brina (Taskya Namya), dan Anya (Yasamin Jasem). Dibantu oleh seorang perwira polisi bernama Petra (Andi Mashadi), mereka nekat mengusut tuntas dan membongkar identitas sosok pemangsa keji di balik aksi kejahatan berantai ini.
Berbeda dari pakem film horor konvensional yang kerap menempatkan figur perempuan sekadar sebagai korban, ‘Memburu Pemangsa’ tampil berani dengan memposisikan empat jurnalis perempuan sebagai penggerak utama investigasi yang secara aktif melawan berbagai ancaman mematikan.
Sutradara Umay Shahab menegaskan bahwa film ini dirancang bukan sekadar untuk menghibur, melainkan juga untuk menyuarakan isu krusial terkait darurat perlindungan anak dari tindakan kekerasan. ”Orang yang melakukan tindakan kekerasan pada anak adalah serendah-rendahnya manusia, karena melakukan kekerasan terhadap anak yang tidak memiliki kemampuan kekuatan untuk melawan,” ujar Umay tegas.
Pernyataan senada disampaikan oleh salah satu pemeran utama, Taskya Namya. Ia mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam film ini didasari oleh kepedulian mendalam terhadap keselamatan generasi muda. “Gambaran empat jurnalis perempuan di film ini sangat penting untuk membela dan menjaga anak-anak. Aku punya tiga keponakan dan membayangkan kalau mereka ada di posisi terburuk seperti yang ada di film ini, aku juga akan melakukan apapun seperti Brina dan teman-teman jurnalisnya, yang mengejar dan tidak membiarkan pemangsa ini untuk lolos,” tutur Taskya.
Selain menyajikan teror horor psikologis, film ini menyuguhkan adegan laga yang solid dan berat. Aktris Yasamin Jasem membeberkan bahwa seluruh jajaran pemain harus menjalani pelatihan fisik intensif selama berbulan-bulan demi menghasilkan koreografi pertarungan yang nyata. “Salah satu yang menarik untukku juga adalah adegan action-nya yang cukup heavy, ditambah pacing horor yang memacu adrenalin. Kami para pemeran harus melakukan workshop action selama tiga bulan sebelumnya lebih dulu, dan sangat menantang,” jelas Yasamin.
Isu kekerasan seksual dan kejahatan terhadap anak yang diangkat dalam cerita fiksi ini terasa sangat relevan dengan dinamika sosial masyarakat Makassar. Kasus nyata kekerasan seksual terhadap siswi SMP yang melibatkan pasangan suami istri di Kota Makassar pada Juli 2026 lalu, menjadi cermin pendorong betapa pentingnya kewaspadaan bersama terhadap fenomena predator anak.
Bagi penikmat film tanah air yang penasaran dengan perpaduan aksi, horor, dan intrik investigasi jurnalisme ini, ‘Memburu Pemangsa’ siap tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.(*)
















