INFOKINI.ID, JAKARTA– Pucuk pimpinan Korps Bhayangkara resmi berganti. Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kini mengemban amanah sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang baru, menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, menyusul persetujuan mulus dari rapat paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (1/10/2026).
Dalam pidato perdananya usai dilantik, Jenderal Suyudi menegaskan komitmen kuat untuk melakukan pembenahan menyeluruh di tubuh internal Polri. Ia menekankan bahwa seluruh insan Bhayangkara harus merapatkan barisan dan bergandengan tangan memberikan pelayanan terbaik, berlandaskan semangat kesederhanaan, kejujuran, serta kedekatan dengan rakyat.
“Spirit Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso menjadi kompas moral, kejujuran, kesederhanaan, keberanian menjadi integritas, menghindari konflik kepentingan, dan keteguhan menjalankan tugas,” tegas Suyudi di hadapan para wakil rakyat.
Sebagai wujud nyata transformasi kultural dan struktural, Suyudi memaparkan sejumlah poin krusial yang menjadi fokus kepemimpinannya, di antaranya:
1.Hapus Rekayasa dan Target Tanpa Aturan: Suyudi dengan tegas melarang adanya pemaksaan target pencapaian anggota dengan cara-cara yang melanggar hukum, termasuk praktik pemerasan, suap, rekrutmen titipan (sponsorship), hingga rekayasa perkara.
2.Kikis Kultur “No Viral No Justice”: Ia berjanji akan mengubah paradigma pelayanan publik di kepolisian agar masyarakat tidak perlu menunggu kasusnya viral di media sosial baru mendapatkan keadilan (lapor, diverifikasi, ditangani, diberi kabar perkembangan, dan diselesaikan sesuai hukum).
4.Program 100 Hari Pertama: Mantan Kabareskrim ini langsung mencanangkan target cepat (quick wins) yang meliputi penciptaan ruang publik yang aman, pembersihan kawasan narkoba, pemberantasan judi daring serta penipuan digital, pengoptimalan respons cepat Call Center 110, hingga penyediaan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) yang ramah korban.
Mengusung tema besar “Polisi Bersama Masyarakat”, Jenderal Suyudi mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengawal reformasi institusi kepolisian agar semakin profesional, akuntabel, dan humanis ke depannya.(*)
















