INFOKINI.ID, Jakarta— Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Indonesia akhirnya memberikan klarifikasi resmi mengenai riuh pencantuman nama dan logo institusi pada gelaran bergengsi TIME100 Next Gala 2026 di New York, Amerika Serikat. Manajemen menegaskan bahwa keberadaan logo tersebut murni bentuk apresiasi awal (in advance) dari pihak majalah TIME, tanpa adanya sepeser pun kucuran dana maupun alokasi anggaran sponsorship dari kas Danantara.
Managing Director Global Relations & Communications BPI Danantara, Pahala N. Mansury, menjelaskan bahwa munculnya logo tersebut berkaitan erat dengan rencana kerja sama strategis non-finansial (in-kind) yang saat ini masih terus dimatangkan kedua belah pihak. Kemitraan tersebut diproyeksikan untuk memperkuat posisi Indonesia di berbagai panggung internasional global, termasuk forum bergengsi di Davos, Swiss.
“Penjajakan ini turut mencakup promosi sektor strategis nasional yang memiliki potensi besar serta daya tarik tinggi bagi para investor global. Kerja sama tersebut dimanfaatkan Danantara untuk mempromosikan sektor-sektor strategis Indonesia seperti perfilman dan kebudayaan, ekonomi kreatif, pariwisata, dan investasi berkelanjutan. Hingga saat ini, pembahasan kerja sama tersebut masih dalam tahap penjajakan,” ujar Pahala lewat keterangan resminya.
Pahala menambahkan, skema kolaborasi non-finansial yang sedang dirancang membuka peluang partisipasi Danantara dalam sembilan agenda internasional TIME. Beberapa di antaranya meliputi TIME100 Davos Dinner & Talks, TIME100 Impact Dinner, TIME100 AI Leadership Forum, hingga TIME Earth Awards.
Langkah manuver di jejaring global ini dipandang penting untuk memperluas eksposur potensi investasi Indonesia di mata dunia. Danantara berkomitmen agar seluruh penjajakan kemitraan global ini tetap berjalan di atas koridor tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), akuntabel, serta mengutamakan kepentingan nasional.(*)
















