INFOKINI.ID, MAKASSAR– Upaya panjang warga di Jalan Mamoa Raya, Lorong Buntu, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate untuk mendapatkan peningkatan infrastruktur akhirnya membuahkan hasil. Jalan tanah yang telah puluhan tahun tak tersentuh pembangunan kini telah dipaving, setelah dilaporkan melalui aplikasi Lontara Plus milik Pemerintah Kota Makassar.
Selama kurang lebih 30 tahun, jalan itu tidak pernah tersentuh pembangunan meski sudah beberapa kali diukur. Bahkan saat musim hujan, genangan air bisa mencapai lutut orang dewasa. Warga setempat, selalu melakukan penimbunan secara swadaya untuk mengurangi becek dan banjir.
Kepala RT 3 RW 10, Firdaus Usman mengungkapkan bahwa perjuangan tersebut sudah dilakukan sejak periode kepemimpinannya sebagai RT. Dimana hampir sekitar 30 tahun warga di jalan tersebut atau sekitar enam Kepala Keluarga (KK) telah meminta dibangunkan jalan yang layak. Hanya saja usulan peningkatan jalan tidak diprioritaskan oleh pemerintah setempat, meski secara kondisi sangat layak.
“Usulan yang dilakukan melalui Lontara Plus memang sering tertolak karena alasan jumlah KK yang tinggal di situ tidak banyak. Tapi sebagai RT saya tidak menyerah dan terus mengusulkannya lewat aplikasi Lontara Plus yang memang kerap digunakan untuk melaporkan berbagai persoalan, mulai lampu jalan, konflik warga hingga pengerukan drainase. Alhamdulillah laporan terakhir terkait permohonan soal jalan itu mendapatkan respon,” akunya, saat dikonfirmasi, Minggu, (01/03/2026).
Firdaus juga menjelaskan bahwa laporan terakhir terkait jalan tanah tersebut yang dilakukan pada 17 Desember 2025 lalu mendapatkan respon. “Pada 17 Desember 2025 lalu saya masukkan lagi laporannya, dan seminggu kemudian langsung gerak cepat, ada tim survei dari PU Makassar. Waktu itu saya memang belum dilantik kembali sebagai RT, masih dijabat PJ. Tapi saya tetap konfirmasi terus ke pihak PU karena tiap hari banyak laporan masuk,” jelasnya.
Pengerjaan jalanan kemudian dilakukan pada Februari 2026, setelah dilakukan survei oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum Makassar. Prosesnya pun tanpa melalui proses tender.
“Ini bukan proyek borongan. Jadi memang setelah masuk lewat Aplikasi Lontara Plus ini dikontrol langsung Bapak Walikota Makassar, makanya satgas PU turun. Jalan yang dibangun dari bahan paving blok, panjangnya kurang lebih 72 meter dan lebar 3,5 meter. Proses pekerjaan berlangsung sekitar tiga minggu, meski sempat terkendala hujan,” jelas Firdaus.
Sebelumnya, usulan perbaikan juga telah diajukan melalui Musrenbang Kelurahan serta program Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). Namun kembali terkendala pada kriteria jumlah rumah dan jumlah penduduk.
“Akhirnya ini jadi prioritas karena memang satu-satunya jalan tanah di kelurahan yang belum pernah dikerja sama sekali. Semoga ke depan, perhatian pemerintah tidak hanya pada jalan utama atau poros, tetapi juga lorong-lorong permukiman. Selain peningkatan jalan, warga juga masih membutuhkan pembangunan drainase agar persoalan banjir tidak kembali terjadi,” ujarnya.
Salah satu warga Mamoa Raya, Yulianti, menyampaikan terima kasihnya kepada jajaran pemerintah setempat yakni RT, Dinas PU Makassar, terkhususnya Walikota Makassar Munafri Arifuddin. Sebab, di masa kepemimpinan hari ini aspirasi masyarakat dapat didengar.
“Kami berterima kasih sekali karena selama 30 tahun kami selalu berharap akses jalan kami yang kami gunakan setiap hari bisa dibangun dengan layak. Hanya saja belum pernah dikabulkan pemerintah, baru saat ini di masa Walikota Makassar Bapak Appi. Selain perbaikan jalan, kami juga sangat berharap dibangun drainase, karena disini kan rawan banjir,” katanya.(*)















