INFOKINI.ID, MAKASSAR – Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya peran Politeknik STIA LAN Makassar sebagai lembaga strategis dalam mencetak aparatur sipil negara (ASN) yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan tata kelola pemerintahan.
Hal tersebut disampaikannya saat kunjungan kerja Komisi II DPR RI ke Kampus STIA LAN Makassar di Sulawesi Selatan, Rabu (22/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Taufan menyebut Politeknik STIA LAN Makassar sebagai “otak” pembentukan kualitas ASN di Indonesia.
Menurutnya, lembaga pendidikan kedinasan tersebut memiliki tanggung jawab besar dalam membangun kapasitas sumber daya manusia birokrasi, mulai dari pejabat struktural hingga pemimpin daerah.
Taufan mengaku prihatin dengan masih adanya kepala daerah yang harus belajar ke luar negeri untuk mempelajari pengelolaan sampah.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi refleksi bahwa kualitas pendidikan dan pembinaan kepemimpinan di dalam negeri masih perlu diperkuat.
“Harusnya kita mampu menempa para pemangku jabatan dan top leader di daerah menjadi sosok yang andal. Pendidikan boleh diperoleh dari mana saja, tetapi yang paling utama adalah membangun integritas,” ujar Taufan.
Mantan Wali Kota Parepare itu juga membagikan pengalaman kepemimpinannya saat memimpin daerah. Ia selalu mengingatkan jajarannya bahwa ASN merupakan abdi negara sekaligus pelayan masyarakat yang harus mengutamakan kepentingan publik dalam setiap kebijakan.
Menurut Taufan, keberadaan LAN harus semakin diperkuat hingga ke daerah-daerah dengan didukung tenaga pendidik yang profesional.
Ia menilai Politeknik STIA LAN Makassar telah menjalankan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan maupun fungsional dengan baik.
Namun, ia mengingatkan agar proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan syarat administratif atau status formal semata, melainkan benar-benar membentuk kompetensi dan karakter peserta didik.
Dalam paparannya, Taufan juga memperkenalkan konsep “tiga taat” yang selama ini menjadi prinsip kepemimpinannya, yaitu taat asas, taat administrasi, dan taat anggaran.
Ia menjelaskan, taat asas berarti setiap ASN wajib memahami regulasi sebagai dasar dalam menjalankan tugas.
Selanjutnya, taat administrasi diperlukan untuk memastikan seluruh proses pemerintahan berjalan tertib dan akuntabel.
Sementara itu, taat anggaran menjadi prinsip yang sangat penting agar pejabat terhindar dari persoalan hukum akibat penyimpangan dalam pengelolaan keuangan negara.
Taufan pun menyatakan optimistis terhadap masa depan Politeknik STIA LAN Makassar.
Ia berharap lembaga tersebut terus melahirkan ASN, birokrat, dan pejabat publik yang cerdas, berintegritas, serta memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat.
“Kita harus mendukung pelatihan di STIA LAN Makassar karena di sinilah sumber daya manusia negara ini dididik,” pungkas Politisi Fraksi Partai Golkar itu.















