INFOKINI.ID, MAKASSAR– Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menggebrak pembangunan infrastruktur daerah melalui proyek tahun jamak atau Multi Years Project (MYP) periode 2025-2027. Tak tanggung-tanggung, anggaran jumbo sebesar Rp3,7 triliun disiapkan dari hasil efisiensi APBD untuk menuntaskan berbagai fasilitas vital.
Proyek mercusuar yang ditargetkan rampung pada 2027 ini mencakup penanganan jalan sepanjang 1.000 kilometer, pembenahan jaringan irigasi penopang 54.000 hektar sawah, hingga pembangunan dua rumah sakit regional di Kabupaten Gowa dan Luwu.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, membeberkan empat alasan strategis di balik keputusan Pemprov Sulsel memilih skema tahun jamak ketimbang penganggaran tahun tunggal (single year). Empat alasan tersebut yaitu menjamin kualitas dan ketuntasan fisik durasi pengerjaan yang panjang mencegah proyek mangkrak atau berkualitas setengah-setengah. Pada pengerjaan jalan misalnya, skema single year berisiko memicu kerusakan akibat celah perbedaan umur beton atau aspal saat pancaroba. Skema multiyears memastikan struktur tuntas tanpa jeda. Selain itu MYP juga megefisiensikan dan waktu lelang, karena satu kali proses lelang bernilai Rp500 miliar jauh lebih hemat dan terhindar dari potensi double budgeting dibandingkan 10 kali lelang senilai Rp50 miliar. MYP juga menggaet kontraktor nasional dan pemberdayaan lokal karena nilai paket yang besar menarik minat BUMN dan kontraktor berskala nasional dengan standar mutu tinggi. Pemprov Sulsel juga menerapkan syarat wajib local content 40 persen untuk melibatkan pengusaha lokal. MYP juga dinilai menjaga kesehatan cash flow daerah dari kepastian skema pembayaran berkala selama 2-3 tahun ke depan sesuai proyeksi pendapatan daerah, sehingga risiko gagal bayar dapat dihindari.
Langkah berani ini diharapkan menjadi stimulus utama dalam mempercepat pemerataan ekonomi dan meningkatkan daya saing wilayah di Sulawesi Selatan.(*)
















