INFOKINI.ID, GOWA– Ancaman kekeringan panjang akibat fenomena El Nino memaksa penyedia layanan air bersih harus bergerak cepat. Di Kabupaten Gowa, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Jeneberang mengambil langkah taktis demi memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi di tengah anjloknya debit air baku hingga 80 persen.
Direktur Teknik sekaligus Plt Direktur Utama Perumda Tirta Jeneberang, Irianto Razak, menegaskan bahwa pihaknya memilih untuk siaga penuh di lapangan ketimbang tinggal di balik meja. Pemantauan intensif dilakukan secara berkala guna mengamankan jalur distribusi air ke rumah-rumah pelanggan.
”El Nino ini tidak bisa dihindari karena ini kondisi alam. Namun, kami memastikan langkah antisipasi dan pelayanan terbaik tetap berjalan. Saya sendiri banyak turun langsung ke lapangan untuk memantau ketersediaan air baku dan saluran distribusi,” ujar Irianto, saat ditemui baru-baru ini.
Dari 11 unit instalasi yang dikelola Perumda Tirta Jeneberang, hantaman musim kemarau panjang paling dirasakan di wilayah dataran tinggi, salah satunya di Malakaji, Kecamatan Tompobulu. Sumber mata air pegunungan yang menjadi andalan kawasan tersebut mengalami penurunan debit air yang sangat drastis.
Untuk mensiasati krisis di Tompobulu, Perumda Tirta Jeneberang memberlakukan sistem buka-tutup jaringan secara terukur. Langkah ini diambil agar seluruh warga tetap mendapat giliran air bersih secara adil dalam kurun waktu 1×24 jam.
”Kami menerapkan sistem distribusi bergilir, dengan aturan 12 jam ke wilayah satu, dan 12 jam berikutnya ke wilayah lain. Jadi, masyarakat tidak sampai kehabisan air,” jelas karyawan senior yang telah mengabdi lebih dari 37 tahun di PDAM Gowa ini.
Kendati sebagian besar wilayah Gowa terbantu oleh ketersediaan air dari Waduk Bilibili, Perumda Tirta Jeneberang tetap membuka posko aduan cepat bagi warga atau pelanggan yang mengalami kendala distribusi parah.
Bahkan, komitmen kemanusiaan ini dibuktikan langsung di lapangan ketika merespons laporan krisis air bersih yang dialami oleh para santri di pondok pesantren wilayah Dusun Moncongloe, Desa Paccellekang, Kecamatan Pattallassang.
Meskipun wilayah tersebut belum terjangkau jaringan pipa permanen, armada mobil tangki langsung dikerahkan malam itu juga begitu laporan diterima.
”Begitu dapat info, langsung saya minta personel layanan mobil tangki bergerak ke sana. Meskipun di kawasan itu belum ada jaringan pipa karena lokasinya yang cukup jauh, kami tetap hadir memberikan bantuan sebagai wujud empati dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat,” pungkas Irianto.(*)














