INFOKINI.ID, JAKARTA– Meja diplomasi baru saja ditutup, dentuman rudal langsung mengambil alih panggung. Pasukan Moskow kembali menabuh genderang teror dengan menghujani Kyiv lewat rentetan drone dan rudal balistik pada Selasa (8/9/2026) dini hari. Gempuran membabi buta ini terjadi tepat seusai jeda singkat yang disepakati selama kunjungan delegasi perdamaian Washington.
Serangan mematikan tersebut merenggut nyawa dua warga sipil dan melukai 10 orang lainnya. Berdasarkan laporan Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko, hantaman puing-puing rudal memicu amukan api yang melalap sebuah gedung apartemen lima lantai dan blok perumahan tiga lantai. Setidaknya 14 gedung tinggi, sebuah sekolah, klinik, asrama, hingga kawasan gudang logistik turut mengalami kerusakan parah.
“Begitu utusan perdamaian presiden AS pergi, Putin kembali melancarkan serangan besar dan mengerikan terhadap Kyiv. Rudal balistiknya berbicara lebih keras daripada kata-katanya tentang diplomasi,” kata Andrii Sybiha, Menteri Luar Negeri Ukraina.
Pernyataan tajam tersebut dilayangkan oleh Menlu Andrii Sybiha melalui akun media sosial X sebagai bentuk kekecewaan mendalam atas pengkhianatan di tengah upaya damai yang digawangi pemerintahan Donald Trump. Dengan stok rudal pencegat yang kini menipis di ambang batas kritis, Ukraina mendesak sekutu internasional untuk segera melipatgandakan tekanan serta mengirimkan pasokan pertahanan udara darurat sebelum gelombang kehancuran berikutnya tiba.(*)














