Coret 1.653 Sekolah Mewah, BGN Alihkan Fokus MBG ke Wilayah 3T dan Maluku-Papua

Kepala BGN, Sudaryono. (Foto:ist)

INFOKINI.ID, JAKARTA– Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dalam penataan ulang penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setelah resmi mencoret 1.653 sekolah bertaraf internasional dan sekolah mandiri non-BOS dari daftar penerima, BGN kini mengalihkan fokus penuh ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) serta wilayah dengan tingkat stunting tinggi.

Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan bahwa perluasan layanan MBG bakal dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan sekolah-sekolah yang paling membutuhkan gizi ekstra demi menekan angka stunting nasional.

PDAM

“Prioritas kami tentu saja adalah sekolah-sekolah atau satuan pendidikan yang berada di wilayah 3T, terdepan, terluar, dan tertinggal, serta wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi dan tinggi sekali,” ujar Sudaryono dalam keterangannya, Minggu malam (13/9/2026).

Wilayah Timur Indonesia, seperti Maluku dan Papua, menjadi salah satu sorotan utama BGN. Berdasarkan pemetaan terbaru, masih ada sekitar 15.000 sekolah di wilayah tersebut yang sama sekali belum tersentuh program gizi gratis.

Guna mengejar ketertinggalan tersebut, BGN telah menyusun strategi pengerahan infrastruktur gizi di lapangan:

  • Pembentukan SPPG: BGN bakal segera mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di titik-titik prioritas secara bertahap dan terukur.

  • Pendirian Dapur Prioritas: Pembentukan dapur SPPG diposisikan langsung di daerah 3T untuk mempercepat jangkauan distribusi makanan sehat.

  • Efisiensi & Keamanan: Percepatan penyaluran tetap mengedepankan asas efisiensi, keamanan pangan, dan ketepatan sasaran agar tidak salah alamat.

“Sehingga implementasi dari pembukaan dapur SPPG nanti itu bisa berjalan dengan aman dan tentu saja efisien serta tepat sasaran sebagaimana yang kita inginkan,” tutup Sudaryono.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *