KKP Perkuat Ekosistem UMK Pengolahan Ikan Lewat Pembiayaan Berbasis Komunal

Foto: ist

INFOKINI.ID, JAKARTA– Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mempercepat penguatan ekosistem Usaha Mikro dan Kecil (UMK) sektor pengolahan ikan di daerah. Langkah ini diwujudkan melalui program Inisiasi Kredit dan Akses Pembiayaan Berbasis Komunal yang memadukan dukungan modal dengan pendampingan usaha secara terintegrasi.

Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Erwin Dwiyana, menjelaskan bahwa skema pembiayaan tidak bisa berdiri sendiri tanpa didukung penguatan rantai pasok, kelembagaan, dan akses pasar. Program ini merupakan kolaborasi nyata antara pemerintah pusat, daerah, lembaga keuangan, hingga kelembagaan desa.

PDAM

“Kegiatan ini mencakup pendampingan bagi pelaku usaha untuk memperoleh permodalan, pengelolaan usaha, legalitas, hingga akses pasar dalam satu ekosistem terpadu,” ujar Erwin di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Pengembangan ekosistem ini telah dimulai sejak 2024 di Desa Sarangmeduro, Kabupaten Rembang, yang menjangkau 570 pelaku usaha pengolahan ikan asap. Memasuki tahun 2026, program serupa diperluas ke Desa Cukanggenteng, Kabupaten Bandung, dengan menyasar 84 pelaku usaha pemindangan ikan yang mayoritas diampu oleh perempuan.

Langkah strategis ini juga menjadi bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Direktur Pemberdayaan Usaha Ditjen PDSPKP, Ali Rahmat Iman Santoso, menambahkan bahwa pendampingan di Cukanggenteng melibatkan fasilitasi pembiayaan ultra mikro via PNM Mekaar, literasi keuangan bersama OJK, hingga efisiensi rantai pasok bahan baku. Ke depan, BUMDes dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diproyeksikan menjadi penyedia bahan baku sekaligus penampung hasil produksi (offtaker) demi terciptanya ekonomi sirkular desa.

Dukungan penuh juga disampaikan Wakil Pemimpin Cabang PT PNM Bandung, Ramadhan Firmansyah. Pihaknya siap menginventarisasi kebutuhan sarana-prasarana serta memperkuat pengembangan klaster usaha nasabah PNM Mekaar di wilayah tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *