INFOKINI.ID, RIYADH– Konflik di Yaman kembali membara usai kelompok Houthi mengklaim menjadi sasaran gelombang serangan udara massif dari pasukan militer Arab Saudi. Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, jet tempur Arab Saudi dilaporkan melancarkan sedikitnya 28 kali bombardir ke sejumlah titik strategis di Yaman.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengonfirmasi bahwa serangan melanda tiga wilayah utama, yakni Kegubernuran Taiz, Al-Jawf, dan Marib. Jet-jet tempur jenis F-15 dan Typhoon milik Angkatan Udara Saudi disebut lepas landas dari Pangkalan Udara Khamis Mushait serta Taif untuk menggempur pertahanan Houthi.
“Angkatan Udara Saudi melancarkan 28 serangan yang menyasar kegubernuran Taiz, Al-Jawf, dan Marib,” ujar Yahya Saree, dikutip dari AFP, Senin (21/9/2026).
Eskalasi pertempuran ini dipicu oleh aksi manuver kilat kelompok pro-Iran tersebut yang berhasil merebut seluruh pesisir Laut Merah Yaman sepanjang bulan ini. Langkah agresif itu membawa Houthi menguasai penuh Selat Bab al-Mandab, jalur pelayaran internasional yang sangat vital.
Pasca-penguasaan selat, Houthi secara terbuka menegaskan bahwa alur pelayaran Bab al-Mandab tetap aman dan terbuka bagi kapal-kapal dunia, kecuali armada laut milik Arab Saudi.
Di sisi lain, Koalisi pimpinan Arab Saudi membalas serangan tersebut setelah melaporkan adanya ancaman rudal balistik yang diluncurkan Houthi ke arah Kota Riyadh pada Sabtu lalu. Peluncuran rudal dari Yaman itu menyusul insiden ledakan dan kebakaran misterius di area dekat bandara internasional ibu kota Saudi.(*)
















