Putin Ancam Pakai Senjata Nuklir Jika NATO Berani Serang Kaliningrad dan Rusia

Vladimir Putin (Foto: ist/AFP/ALEXANDER NEMENOV)

INFOKINI.ID, MOSKOW– Presiden Rusia Vladimir Putin melontarkan peringatan keras terhadap aliansi militer NATO. Dalam pidatonya di forum Valdai Discussion Club di Moskow, Kamis (1/10/2026), Putin menegaskan kesiapan negaranya menggunakan seluruh persenjataan yang dimiliki, termasuk senjata nuklir, jika wilayah kedaulatan Rusia, khususnya Kaliningrad, diserang.

Pernyataan bernada ancaman tersebut merujuk pada rangkaian latihan militer terbaru yang digelar NATO di dekat wilayah kantong (eksklaf) Rusia, Kaliningrad, yang terjepit di antara dua negara anggota NATO, Polandia dan Lituania. Di sisi lain, pihak NATO bersikeras bahwa latihan tersebut murni bersifat defensif guna memperkuat daya tangkal kawasan.

PDAM

Namun, Putin memandang manuver tersebut, ditambah dengan upaya penahanan kapal-kapal Rusia di Laut Baltik, sebagai bentuk eskalasi nyata.

“Jika terjadi serangan langsung terhadap Federasi Rusia dalam hal ini terhadap Kaliningrad dan mungkin wilayah-wilayah lainnya, tentu saja isu mengenai penggunaan seluruh persenjataan dalam arsenal negara kita mau tidak mau akan muncul dalam agenda. Hal ini tidak dapat dihindari,” tegas Putin, seperti dilansir CNN.

Ketegangan geopolitik ini beririsan dengan konflik berkepanjangan di Ukraina yang kini telah memasuki tahun kelima. Di tengah eskalasi tersebut, Putin mengakui bahwa serangan balasan dari Ukraina, termasuk gempuran terhadap kilang minyak dan infrastruktur domestik, berdampak nyata bagi perekonomian Moskow.

Putin menyebutkan bahwa gencaranya serangan Ukraina telah memangkas sekitar 1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Rusia serta melumpuhkan lebih dari 100 kapal di zona tempur Laut Hitam. Kendati demikian, ia menegaskan tidak akan gentar dan memastikan Rusia terus membalas serangan tersebut, sembari meningkatkan intensitas gempuran ke infrastruktur vital serta ibu kota Kyiv menjelang musim dingin.

Meski menunjukkan sikap keras di medan laga dan tetap membuka opsi penyelesaian via perundingan, komitmen jangka panjang Rusia terhadap militerisasi tidak surut. Dokumen anggaran terbaru yang ditinjau Reuters menunjukkan bahwa Moskow berencana menggelontorkan dana pertahanan sebesar USD 205,112 miliar pada tahun 2027 melonjak 27 persen dari anggaran awal dan menjadi rekor tertinggi sejak invasi skala penuh dimulai.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *