BNPB Catat 1.468 Titik Api Karhutla, Pemerintah Perkuat Upaya Pemadaman di Enam Provinsi

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers Update Info Bencana Terkini, Jumat, 6 November 2026. (Foto: Youtube BNPB Indonesia).

INFOKINI.ID, JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian pemerintah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.468 titik api tersebar di enam provinsi di Indonesia. Kondisi tersebut mendorong peningkatan upaya penanganan melalui pengerahan personel darat dan dukungan operasi udara.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan perkembangan tersebut dalam konferensi pers Update Info Bencana Terkini, Jumat (6/11/2026).

PDAM

Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Papua Selatan.

Berton mengungkapkan, salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian serius adalah Papua Selatan, khususnya Kabupaten Merauke. Sekitar 90 persen kejadian kebakaran yang menjadi perhatian di Papua Selatan berada di wilayah tersebut.

“Di Papua, 90 persen di Papua Selatan tersebut ada di daerah Merauke. Memang ini sulit untuk Satgas darat, dan upaya untuk Satgas udara juga kita lakukan,” ujar Berton dalam konferensi pers melalui kanal YouTube BNPB Indonesia.

Menurutnya, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama kebakaran yang terjadi di kawasan lahan gambut. Kondisi lahan, arah angin, serta ketersediaan sumber air menjadi faktor yang memengaruhi efektivitas pemadaman.

Untuk mempercepat penanganan, BNPB mengoptimalkan pengerahan satuan tugas darat serta dukungan operasi udara, termasuk penggunaan helikopter untuk pemadaman melalui metode water bombing.

Selain itu, penanganan karhutla di Kalimantan Timur juga mendapatkan dukungan dari Australia berupa pesawat Hercules untuk membantu operasi pemadaman.

Berton menjelaskan, berbagai langkah penanganan terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait agar kebakaran tidak semakin meluas.

Upaya tersebut diharapkan mampu menekan persebaran titik api sekaligus mengurangi dampak kebakaran terhadap lingkungan dan masyarakat di wilayah terdampak. (*)

BNPB juga terus mendorong koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla, terutama di daerah yang memiliki tingkat kesulitan tinggi dalam proses pemadaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *