Ganjalan atau Solusi? Program Makan Bergizi Gratis Jadi Bantalan Ekonomi Wong Cilik

Dapur SPPG.(Foto:ist)

INFOKINI.ID, JAKARTA– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti tak sekadar menutrisi tumbuh kembang anak, melainkan menjelma menjadi jaring pengaman ekonomi (economic buffer) yang krusial bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Di tengah dinamika pasang surut ekonomi, intervensi pemenuhan gizi di sekolah berhasil memangkas pengeluaran harian keluarga prasejahtera.

Dua sudut pandang penting dari pakar kebijakan publik dan lembaga riset independen mempertegas posisi strategis program MBG dalam menjaga kesejahteraan warga diberikan oleh:

PDAM

1. Konstruktif Kritik sebagai Alat Evaluasi Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Pendiri Dipantara Institute, R. Saddam Al Jihad, menilai riak pro dan kontra di ruang publik merupakan mekanisme check and balance yang sangat sehat. Kritik masyarakat hendaknya diserap pemerintah untuk membenahi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga ke taraf desa.

“Ruang kritik yang dibuka oleh negara hendaknya diadopsi untuk mengevaluasi SPPG. Pengawasan partisipatif yang melibatkan ormas independen di tingkat basis akan melengkapi pengawasan resmi, sekaligus melipatgandakan kepercayaan publik,” tegas Saddam, Sabtu (29/8/2026).

2. Efek Nyata Berdasarkan Data Riset Hasil riset Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) pada Februari 2026 terhadap 1.800 orang tua siswa mengonfirmasi dampak positif MBG di lapangan, yaitu:

  • 80% Orang Tua melaporkan anak-anak mereka kini jauh lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi.

  • 81% Keluarga Prasejahtera mendukung penuh keberlanjutan program karena terbukti meringankan beban belanja harian rumah tangga.

  • 55% Responden mencatat adanya perubahan perilaku positif pada anak yang kini tidak lagi pilih-pilih makanan (picky eater).

Direktur RISED, M. Fajar Rachmadi, menambahkan bahwa ketersediaan asupan gizi yang terjamin di sekolah memberikan ketenangan psikologis serta kepastian finansial bagi orang tua murid.

Sinergi antara pengawasan publik yang tajam dan eksekusi program berbasis data dinilai menjadi formula ampuh agar manfaat MBG makin optimal dan tepat sasaran.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *